SuaraBanyuurip.com -Â Â Ali Imron
Tuban-Â PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di tahun 2018 ini, kembali memberdayakan masyarakat Desa Tobo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Semen Gresik (P2M-SG). Program tersebut menyasar tiga Organisasi Masyarakat (OMS), dan pada Rabu (28/11) sore, menerima dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp250 juta.Â
“Mari kita bersungguh-sungguh dan komitmen menjalankan program P2M-SG,” ujar Koordinator Forum Masyarakat Kokoh (FMK) Desa Tobo, Sugiharto, kepada suarabanyuurip.com, di sela-sela acara seremoni program CSR Semen Indonesia kepada OMS di balai desa setempat.Â
Sugiharto menjelaskan awalnya ada lima proposal yang masuk di FMK. Setelah diverifikasi di tingkat desa, Kecamatan, Kabupaten, P2M-SG, dan Semen Indonesia hanya tiga yang lolos program.Â
Adapun rincian tiga OMS penerima manfaat program yaitu, Takmir Musholla tentang kegiatan pengeboran sumber air bersih Rp25.192.000, Karang Taruna mengusulkan mobil siaga Rp 190 juta, dan Posyandu Mawar usulannya pengadaan alat posyandu mendapat dana Rp9.808.000.Â
“FMK sendiri juga memperoleh Rp25 juta untuk operasional selama program berlangsung,” bebernya.Â
Melalui P2M-SG, masyarakat Tobo diharapkan ikut serta mengawasi. FMK juga sangat terbuka jika ada masukan ataupun saran dari masyarakat yang berorientasi menyukseskan program dan outputnya mengentaskan kemiskinan.Â
Kepala Desa Tobo, Sutamaji, berharap P2M-SG bermanfaat bagi masyarakat. Keberadaan mobil siaga kedepan akan digunakan oleh masyarakat khususnya bidang pelayanan kesehatan. Warga akan lebih mudah kalau mau berobat ke Puskesmas Temandang atau Merakurak.Â
“Semoga program CSR ini terus berjalan dan memberi manfaat bagi masyarakat Tobo,” harap petinggi desa sekitar pabrik PT Semen Indonesia.Â
Pada kesempatan yang sama, Senior CSR PT Semen Indonesia, Setiawan Prasetyo, mengajak seluruh elemen berkomitmen menyukseskan P2M-SG. Program pemberdayaan ini usulan dari masyarakat, untuk masyarakat, dan dilaksanakan oleh masyarakat.Â
“Komitmen kunci keberhasilan program ini, karena setelah penerimaan CSR masih ada tahapan monitoring,” imbuh Iwan sapaan akrabnya.Â
P2M-SG merupakan program tahun ketiga. Jika program kesatu dan kedua lewat vendor, tapi tahun ini melalui P2M-SG.
“Mohon maaf jika baru bulan ini CSR diserahkan, karena banyak tahapan verifikasi yang harus dilalui sejak awal 2018,” ucapnya.
Pihaknya meminta komitmen bersama sesuai prosedur, pengajuan masyarakat agar program berjalan baik sesuai harapan.
“Semoga program pemberdayaan ke masyarakat barokah,” harapnya.Â
Iwan juga memohon doa kepadacmasyarakat Tobo, supaya PT Semen Indonesia kedepan tetap memenangkan kompetisi persemenan di nasional, maupun internasional.
“Karena kembalinya juga untuk masyarakat, dan jangan lupa beli Semen Gresik,” pungkasnya.Â
Pendamping P2M-SG, Santo menjelaskan pengajuan proposal OMS tidak mudah. Ada banyak tahapan yang harus dilalui, dan itu membutuhkan waktu panjang.Â
Diharapkan setelah dana CSR diterima OMS, dapat digunakan sesuai usulannya. Ketika ada pengalihan atau kelebihan dana, OMS juga harus membuat berita acaranya.
“Ini demi terwujudnya transparansi,” tegasnya.
OMS juga diharapkan mampu menyelesaikan SPJnya. Ini bentuk keseriusan dan tanggungjawab. Ketika SPJnya bagus tentu Desa Tobo mendapatkan perhatian lebih dari Semen Indonesia.Â
Penerima manfaat P2M-SG, Kiswanto berucap syukur karena PT Semen Indonesia berkomitmen memajukan desanya. Bergulirnya CSR melalui P2M-SG tahun ini, masyarajat Tobo semakin berkembang, dan semoga program ini ada kelanjutannya.Â
“Kita usulkan mobil siaga. Bagi warga yang benar-benar tidak mampu akan digratiskan, tapi jika mampu bisa memberikan swadaya semampunya,” pungkas Humas Karang Taruna Harjuna Desa Tobo, salah satu desa ring satu PT Semen Indonesia. (aim)Â