SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban-Â Hari pertama di bulan Desember, diperingati sebagai Hari Acquired Immuno Deficiency Syndrome atau Aids sedunia. Momentum tersebut dimanfatkan PC IPNU-IPPNU Kabupaten Tuban, Jawa Timur, membagikan ratusan bunga ke pelajar dan masyarakat yang melintas di kawasan bundaran Patung Letda Soecipto Tuban.
“Aksi bagikan 700 bunga ini sebagai bentuk edukasi ke publik untuk tidak menjauhi penderita Aids,” ujar Ketua PC IPNU Tuban, Agus Nafiuddin, kepada suarabanyuurip.com, selepas aksi, Sabtu (1/12/2018).
Agus menjelaskan, Hari Aids pertama kali ditetapkan pada tanggal 1 Desember sejak tahun 1988. Hari Aids merupakan hari internasional yang didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran terhadap penyakit Aids yang disebabkan oleh Virus Human Immunodeficiency Virus (HIV).
HIV maupun Aids sering kali disandingkan menjadi suatu kondisi yang sama. Padahal sebenarnya keduanya merupakan diagnosis yang berbeda.
HIV sendiri merupakan virus yang bisa menyebabkan suatu kondisi yang disebut Aids. Dengan kata lain, Aids merupakan suatu kondisi setelah seseorang dinyatakan terinfeksi virus HIV.
“Oleh karena itu, mari kita beri support penderita Aids supaya lekas pulih. Intinya yang dijauhi adalah penyakitnya bukan orangnya,” terang Agus, disela-sela melakukan aksi bagikan 700 bunga bersama 30 anggotanya sejak pukul 07.00 WIB.
Aksi bagikan 700 bunga ini sudah dilakukan dua tahun terakhir. Planing PC IPNU-IPPNU kedepan, akan duduk bareng dan diskusi dengan penderita Aids.
Adapun sasaran utama dalam edukasi ini yaitu ke pelajar SMP, SMA, Mahasiswa, dan masyarakat umum. Mindset harus menjauhi penderita Aids harus dihilangkan. Mereka hanya butuh dukungan dari orang disekitarnya.
Perlu diketahui, virus HIV menginfeksi manusia dan menyerang sistem kekebalan tubuh, sehingga membuatnya menjadi tidak bisa bekerja secara efektif. Virus HIV hidup dalam cairan tubuh seperti darah, air mani, dan juga cairan vagina.
Penularan virus ini terjadi melalui hubungan seks dengan orang yang mengidap HIV/AIDS tanpa menggunakan alat pengaman, transfusi darah, penggunaan jarus suntik yang tidak steril, dan juga dari ibu yang terinfeksi HIV pada bayi yang sedang dikandung.
Dalam kondisi terserang virus HIV, sistem imun tidak bisa menyerang balik dan membersihkan virus. Sampai sekarang belum diketahui mengapa tubuh manusia tidak bisa melawan virus HIV. Kendati demikian, sudah ditemukan obat-obatan yang kemudian dapat digunakan untuk mengendalikan virus HIV.
Sedangkan Aids sendiri merupakan kondisi atau sindrom. Terinsfeksi HIV membuat seseorang mengalami Aids. Aids terjadi ketika HIV menyebabkan kerusakan apda sistem imun.
Kondisi itu lantas sangat kompleks dan bervariasi pada setiap penderitanya. Aids terjadi lantaran adanya infeksi yang dialami oleh seseorang karena kerusakan sistem imun.
Seseorang yang masuk dalam kondisi Aids, tubuhnya tidak dapat melawan infeksi virus influenza pada orang normal. Selain itu, penderita Aids juga rawan terkena tuberkulosis, radang paru, jamur, dan infeksi lainnya.
Diagnosis HIV Aids sendiri tidak langsung dinyatakan sebagai lonceng kematian. Karena orang yang terinveksi HIV bisa hidup sehat tanpa masuk pada Aids, tetapi orang yang menderita Aids sudah pasti terinfeksi virus HIV di dalam tubuhnya.
Salah satu pengguna jalan, Retno Handayani, mendukung aksi bagikan 700 bunga yang dilakukan IPNU-IPPNU. Upaya ini sebagai bentuk edukasi sekaligus pengingat untuk menghindari penyakit tersebut.
“Mari kita budayakan pola hidup sehat, supaya kehidupan kita berkualitas,” pungkas perempuan berlesung pipi kanan itu.(Aim)