Pertamina – TPPI Ekspor Perdana Paraxylene 10.000 MT

Pertamina dan TPPI Ekspor Perdana Paraxylene 10.000 MT

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - PT Pertamina (Persero) bersama PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) melakukan ekspor produk petrokimia Paraxylene sebanyak 10.000 Metrik Ton (MT) ke Tiongkok guna memenuhi permintaan pasar di kawasan Asia Pasifik. Ekspor perdana produk Paraxylene Pertamina dan TPPI dilakukan seiring dengan tingkat produksi kilang TPPI yang kini telah mencapai 67 ton/jam.

“Operasionalnya produk kami sudah mencapai 67 ton/jam,” ujar Genaral Manager PT TPPI Tuban Sugeng Hermanto, melalui siaran resmi yang diterima suarabanyuurip.com, Senin (3/11/2018).

Sugeng berharap Kilang TPPI bisa secara kontinyu menghasilkan Paraxylene sebanyak 70 ton Paraxylene tiap jam, sehingga selama sebulan sudah bisa memproduksi Paraxylene sebanyak 50 ribu metrik ton. Oleh karena itu Pertamina menyalurkan ke domestik maupun luar negeri. 

Produksi Paraxylene TPPI ini sudah melampaui kebutuhan di pasar domestik, sehingga kelebihan produksi dapat diekspor ke luar negeri.

Manager Aromatic Olefin Pertamina Darius Darwis menambahkan, ekspor Paraxylene ini akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pasar regional khususnya di Tiongkok. Ke depan, perseroan akan terus mengembangkan ekspor petrokimia. 

Baca Juga :   Kontraktor EPC 5 Belum Bayar Gaji Karyawan

“Pertamina dan TPPI akan melaksanakan tender untuk mencari pembeli terbaik, dengan volume sesuai rencana produksi TPPI,” sambung Darius.

Paraxylene adalah bahan baku utama untuk memproduksi PTA (purified terephthalic acid). Paraxylene merupakan hasil produksi kilang petrokimia yang diproduksi dari bahan kondensat atau naptha. 

Hasil Paraxylene sebagian besar berupa PTA yang menjadi komponen penting dalam industri tekstil. Selain itu Paraxylene juga dapat diproses menjadi PET, sebagai komponen utama bahan baku kemasan makanan dan minuman karena sifatnya tidak beracun. 

Paraxylene juga memiliki produk turunan yang berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari seperti, tempat (casing) telepon genggam, dashboard pada kendaraan, dan sebagainya. Paraxylene itu merupakan hasil produk kilang petrokimia yang diproduksi dari bahan kondensat atau naphta.

Sesuai anjuran pemerintah, Kilang TPPI mengoptimalkan hasil produksi dalam negeri. Daripada memperbanyak impor, lebih baik memperbanyak ekspor sehingga akan menambah devisa negara, dan tentunya keuntungan Pertamina juga akan lebih banyak dari sebelumnya. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Pemdes Sudu Dukung Pembangunan Fasilitas Pemrosesan Gas Banyu Urip

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *