Pengoperasian Bandara Ngloram Tergantung Pengadaan Lahan

Pengoperasian Bandara Ngloram Bergantung Pengadaan Lahan

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Bandara Ngloram di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ditergetkan beroperasi tahun 2020 mendatang. Namun semua tergantung pengadaan lahan.

Kasusubbid Prasarana Wilayah Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Blora, Agus Budianto, mengatakan, target pengoperasian Bandara Ngloram pada tahun 2020 itu merupakan target Kementerian Perhubungan dan harapan Bupati Blora.

Ditargetkan jenis pesawat di Bandara Ngolaram nantinya adalah ATR 72 dengan jumlah penumpang 72 orang. Adapun panjang landasan pacu minimal 1400 meter.

“Tercapaianya target tergantung kesuksesan pengadaan lahan. Sementara, tahap awal dibutuhkan minimal 6,2 hektar,” kata Agus, sapaan akrabnya kepada suarabanyuurip.com.

Dijelaskan dari hasil dari study banding di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada tanggal (27-28/11/2018), tim Pemkab Blora mendapat penjelasan salah satunya tentang pengaan tanah Bandara Trunojoyo yang dilakukan setiap tahun dengan alokasi anggaran cukup besar. 

“Pemkab Sumenep memilki komitmen dan tekad kuat mewujudkan pembangunan Bandara Trunojoyo,” ucapnya.

Ada trisula di jajaran Pemkab Sumenep yang memilik peranan penting sebagai penggerak sehingga Bandara Trunojoyo bisa beroperasi. Tiga organisasi perangkat daerah (OPD) itu adalah Bappeda, Dinas Perhubungan, dan otoritas bandara.

Baca Juga :   Mobilisasi Alat Pemboran Gas JTB Tanpa Pengawalan Polisi

Semuanya bersinergi dan mau menanggalkan ego untuk merealisasikan pembangan Bandara  Trunojoyo.

“DPRD di sana juga mendukung sepenuhnya dalam persetujuan anggaran,” tandasnya. 

Menurut Agus, seharusnya Bandara Ngloram bisa jauh lebih baik dari Bandara Trunojoyo Sumenep. Sebab, akan ada kontribusi dari provinsi dalam pengadaan lahan.

“Semantara sumenep dari dana kabupaten,” pungkasnya.

Untuk diketahui, reaktivasi Bandara Ngloram ini awalnya untuk mendukung kegiatan industri migas Blok Cepu. Namun seiring berjalannya waktu, Pemkab Blora dan Kemenhub menginginkan agar lapangan tersebut menjadi bandara komersial. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *