Dorong Warga Kreatif Mencari Terobosan Usaha

Dorong Warga Kreatif Mencari Terobosan Usaha

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Tuban – Beternak bebek pedaging sangat menjanjikan dan dapat menjadi andalan sumber mata pencaharian baru disamping usaha lainnya.

Sukamto, warga Desa Mojoagung , Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, berhasil meraup pendapatan Rp1,5 juta – Rp1,7 juta dalam 40 hari dari hasil beternak bebek pedaging.

“Itu untuk setiap 200 ekor,” kata Sukamto kepada suarabanyuurip.com, Minggu (9/12/2018).

Penjualan bebek pedaging ini cukup mudah. Para pedagang atau tengkulak mendatangi peternak saat siap dijual. 

Selain itu, kandang untuk beternak bebek pedaging ini tidak membutuhkan lahan luas. Sukamto hanya membuat kandang berukuran antara 6 meter kali 3 meter. 

“Untuk pakannya saya gunakan konsentrat,” ucapnya.  

Keuntungan lain beternak bebek pedaging adalah minim terserang penyakit karena umur bebek yang relatif singkat. 

“40 hari sudah bisa dijual,” pungkasnya. 

Keberhasilan Sukamto ini mengundang perhatian Calon Legislatif (Caleg) DPR-RI Partai Nasdem, Wahyu Setiawan. Caleg daerah pemilihan (Dapil) IX meliputi Bojonegoro – Tuban, itu mengapresiasi kreatifitas Sukamto untuk menambah penghasilan keluarga.

Baca Juga :   Posisi Strategis, Tata Ruang Bojonegoro Bisa Jadi Peluang Investasi Bagi Daerah Lain

“Ini patut dicontoh. Masyarakat harus bisa mencari sebuah terobosan baru untuk mengangkat ekonominya. Diantaranya dengan beternak bebek, yang hasilnya sangat menjanjikan,” tutur politisi asal Desa/Kecamatan Purwosari Bojonegoro itu.

Menurut Wahyu, beternak bebek pedaging ini bisa menjadi usaha sampingan. Dapat dilakukan di sela-sela pekerjaan tetap.

“Untuk itu perlu diberikan semacam keyakinan kepada masyarakat bahwa usaha sampingan jika dikerjakan secara serius akan bisa memberi nilai tambah pendapatan keluarga,” tuturnya.

Oleh karena itu dibutuhkan peran dari Dinas Peternakan serta instansi terkait dalam peternakan bebek pedaging. Baik berupa penyuluhan hingga memfasilitasi dengan pihak perbankan untuk memberikan pinjaman modal dengan bunga lunak untuk pembelian bibit ataupun pakan ternak.

“Dengan begitu pendapatan masayarakat akan bisa lebih meningkat,” pungkas Wahyu. (suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *