SuaraBanyuurip.com -Â Hidayatul Khoiriyah Tuban
Tuban-Â Bupati Tuban, Jawa Timur, Fathul Huda, meminta penggerak perpustakaan dan literasi di wilayahnya untuk meningkatkan daya tarik perpustakaan sebagai upaya menumbuhkembangkan minat baca masyarakat. Permintaan ini muncul atas keprihatinannya kepada Indonesia yang berada di peringkat 60 dari 61 negara yang disurvey Unesco.
Data yang terhimpun, penduduk Indonesia usia 15-59 tahun 80% bisa membaca. Sedangkan 15-19 tahun 99% bisa membaca, namun data tersebut tidak lantas menjadikan minat baca di Indonesia meningkat.
“Masyarakat lebih suka membaca media sosial,” ujar Bupati Fathul Huda saat memberikan sambutan pada peresmian perpustakaan umum Kecamatan Semanding, Rabu (12/12/2018) kemarin.
Perpustakaan di Bumi Wali telah menjadi komponen penting sebagai jendela ilmu pengetahuan. Otomatis harus memberikan terobosan untuk meningkatkan minat baca masyarakat, dengan memberikan berbagai fasilitas yang menarik masyarakat.
“Salah satunya perpustakaan digital,†imbuh mantan Ketua PCNU Tuban.
Senada, Sekretaris Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, Dony Indriyanto, menegaskan, perihal diadakannya perpustakaan digital sebagai salah satu terobosan perpustakaan dalam upaya menarik minat baca masyarakat terutama kalangan remaja.
“Tetapi harus ada pengawasan karena berkaitan dengan digital,” pintanya.
Pada tahun 2014-2015 persentase minat baca mencapai 20 persen. Pada tahun 2015-2016 minat baca naik menjadi 40 persen, dan pada tahun 2016-2017 kenaikan minat baca masyarakat mencapai 200 persen dari total 1,3 jiwa penduduk Tuban.
Saat ini dari 20 kecamatan diantaranya sudah terdapat delapan perpustakaan umum. Pada tahun 2018, segera berdiri tiga perpustakaan baru di Kecamatan Semanding, Singgahan, dan Kecamatan Senori. Targetnya pada tahun 2021 di tiap kecamatan ada perpustakaan umum, bahkan bisa menjangkau ke desa-desa dan dasawisma. (hida)