Nelayan Socorejo Duduki Pelabuhan Semen Indonesia

Aksi nelayan socorejo

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban- Puluhan nelayan Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sejak pukul 16.00 WIB sampai sekarang masih menduduki pelabuhan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Aksi damai ini yang juga didampingi Kepala Desa (Kades) Arif Rahman Hakim, diduga gara-gara terbakarnya batu bara yang menimbulkan polusi dengan bau kurang sedap.

“Polusi batu bara sudah sejak siang tadi. Nelayan mengeluhkan karena mengganggu pernapasan,” ujar nelayan Socorejo, Yudi, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (13/12/2018).

Pria berkulit sawo matang ini, sudah melaporkan insiden berulang kali ini ke pemdes setempat. Pengelola pelabuhan juga sudah diingatkan untuk segera menanggulangi, tapi sampai malam ini masih terus muncul asap.

Tepat pukul 16.00 WIB kurang lebih 50 nelayan memutuskan untuk menduduki pelabuhan semen BUMN. Harapannya kepulan asap berbau itu, segera diatasi dan warga sekitar tidak terganggu.

Kades Arif Rahman Hakim, sejak sore juga mendampingi aksi spontan nelayan. Sehingga petinggi desa yang akrab disapa Kang Arief, ikut merasakan apa yang dirasakan warganya.

Baca Juga :   Dirut Pertamina Drilling Tekankan Zero Accident di Rig Sumur Migas Darajingga

“Sampai dengan pukul 19.00 WIB saya masih di pelabuhan Semen Indonesia  karena situasi belum kondusif,” sambung alumnus PMII Yogyakarta.

Berbeda dengan keterangan Ketua paguyuban Pelabuhan Khusus (Pelsus) Semen Indonesia, Kadek. Pria ramah itu menjelaskan jika kebakaran batu bara sudah teratasi. Kira-kira membutuhkan waktu satu jam.

“Sudah teratasi,” singkatnya.

Kabiro Hubungan Media Semen Indonesia, Sigit Wahono, berterimakasih atas atensi terhadap insiden di Pelsus. Saat ini, unit kerja terkait sedang bekerja keras agar permasalahan segera teratasi.

“Semoga lekas teratasi,” pungkasnya. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *