Tuban Tetap Jadi Lokasi Pembangunan Kilang Minyak

Tuban Tetap Terpilih Jadi Lokasi Kilang Minyak

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Jakarta- Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar memastikan proyek Kilang Minyak NGRR kerja sama Pertamina dengan Rosneft Rusia tetap dilaksanakan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur atau Bumi Wali. Kabar kepindahan ke Situbondo gagal, dengan pertimbangan beberapa hal.

“Kilang minyak Tuban tidak pindah lokasi,” ujar Arcandra di Kementerian ESDM Jakarta seperti dilansir CNBC Indonesia, Jumat (14/12/2018).

Dibatalkannya pembangunan kilang minyak di Situbondo telah melalui tahap kajian menyeluruh. Tuban tetap terpilih menjadi lokasi pembangunan kilang karena di sana sudah tersedia aset, seperti petrokimia. 

“Kilang minyak itu bisa diintegrasikan petrokimia, sehingga memberikan nilai tambah,” tuturnya.

Saat ini proses pembangunan Kilang Minyak Tuban masih dalam proses pembebasan lahan. Adapun kilang tersebut harus bisa fleksibel, agar bisa menjawab tantangan perkembangan mobil listrik yang sudah mulai dilakukan.

“Kilang harus bisa jadi fleksibel. Jadi shifting mobil listrik tidak masalah karena desain kilangnya diubah menjadi petrokimia,” bebernya.

Dikabarkan sebelumnya, Pertamina memang memiliki opsi untuk memindahkan lahan pembangunan kilang di Tuban menjadi di Situbondo, yang merupakan lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN).

Pilihan pemindahan lokasi ini memang diusulkan Pertamina sejak beberapa bulan lalu. Alasannya karena lahan seluas 800 hektare di Tuban, 50%-nya merupakan tanah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang kepemilikannya sulit diambil Pertamina. 

Baca Juga :   Proyek JTB Akan Bebaskan 61 Ha Lahan Mojodelik

Dalam membangun Kilang Tuban ini, Pertamina pun bermitra dengan perusahaan migas raksasa asal Rusia, Rosneft. Diperkirakan produk BBM yang nanti akan dihasilkan kilang Tuban adalah gasoline sebesar 80.000 barel per hari, Solar 99.000 barel per hari, dan Avtur 26.000 barel per hari. 

Sedangkan untuk produk baru petrokimia adalah polipropilen 1,3 juta ton per tahun, polietilen 0,65 juta ton per tahun, stirena 0,5 juta ton per tahun dan paraksilen 1,3 juta ton per tahun.

Selaras dengan keinginan Bupati Tuban, Fathul Huda. Mantan Ketua PCNU Tuban itu, bersikukuh supaya kilang minyak tetap berdiri di wilayahnya. Keinginan kuat disampaikan langsung kepada Menteri ESDM, Jonan Ignasius, Dirut Pertamina, Nicke Widyawati, Komisi I DPR RI, Satya Widya Yudha, dan Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Ali Masyhar saat pembagian mesin Konverter Kit kepada 200 nelayan kecil di Mangrov Center Tuban (MCT) Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Selasa (13/11/2018) lalu.

“Tuban Bumi Wali penuh dengan toleransi, mengedepankan moderat, dan semuanya adalah saudara,” sambungnya.

Tuban memiliki luas wilayah 183 ribu hektar, terdiri dari tanah sawah dan non sawah. Non sawah untuk polowijo, dan sawah polowijo dan hutan. Adapun luasan sawah 56 ribu hektar, non sawah 51 hektar, dan hutan 52 hektar.

Baca Juga :   Pemindahan Rig ke KDK Disosialisasikan

Tanah yang ditanami 112 ribu hektar, ditambah Perhutani 11 hektar. Jadi tidak luas. Jumlah penduduk Tuban kurang lebih 1,3 juta jiwa. Jumlah penduduk tersebut 70% masyrakat pekerjaannya petani, 30% nelayan, pedagang dan pegawai. Hitungannya petani kita ada 900 ribu jiwa. Dari lahan 112 hektar, jumlah pemiliknya hanya 204.000 petani. Dengan kata lain masih ada 700 ribu buruh tani.

Untuk mengatasi ketimpangan ini, tidak ada jalan lain kecuali menarik investor masuk di Tuban. Salah satu yang kami harapkan adalah Kilang Rosneft bisa dilanjutkan di Tuban. Semua pembangunan pasti ada madhorot dan manfaatnya, sehingga ada pro dan kontra.

Manfaatnya Kilang NGRR Tuban jauh lebih besar dari madhorotnya. Logikanya yang pro lebih besar daripada yang kontra. Dan di Tuban ada jaminan secara geografis tidak ada lempengan, dan kemungkinan kecil terjadi Tsunami.

Diwilayahnya juga sudah ada Kilang PT. TPPI, dan ada Terminal BBM (TBBM) yang menyalurkan BBM untuk seluruh Jatim. Kalau ada Kilang Rosneft itu dibangun di Tuban penunjangnya sudah komplit. Otomatis ketika dibangun di Tuban, Pemkab siap membackup semua permasalahan supaya lekas selesai. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *