SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Badan Usaha Milik Derah (BUMD) Blora, PT Blora Patra Energi (BPE) menjadi kiblat pengelolaan sumur minyak tua. Berbagai daerah di Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Daerah Penghasil Migas (ADPM) datang ke Bumi Arya Jipang-sebutan lain Blora- untukmengetahui pengelolaan sumur tua di wilayah tersebut.
Di Blora terdapat ratusan titik sumur minyak tua. Sebagian banyak dikelola BUMD bekerja sama dengan perkumpulan penambang. Namun dalam pengeloaannya tidak menimbulkan gejolak sosial dan bisa berjalan dengan baik. Â
 Direktur Utama (Dirut) PT BPE, Christian Prasetya menyampaikan dalam setu bulan terahir, berbagai kalangan mendatangi Blora untuk mepelajari pengeloaan sumur minyak tua. Mulai mahasiswa UGM Yogyakarta, DPR RI, dan ADPM pada pekan lalu.
“Kemudian terakhir rombongan dari Musi Banyuasin Sumatra Selatan. Yang juga di wilayah mereka terdapat banyak sumur tua,†kata pria berkaca mata itu kepada suarabanyuurip.com, Senin (17/12/2018).
Dijelaskan, kadatangan mereka untuk mengetahui pengelolaan sumur minyak tua Blora.
“Visible atau tidak. Menguntungkan atau tidak. Supaya kondusif itu bagaimana,†ujar Kris, sapaan akrabnya.
Banyak permasalahan dihadapi daerah lain yang kondisinya mirip dengan Blora. Diantaranya  sudah mengajukan perizinan, bahkan ada yang belum izin.
“Tapi itu semua sudah kami lalui,†ucapnya.
Semua tentang pengelolaan sumur minyak tua mulai dari perizinan hingga produksi telah dijelaskan.
“Kita upayakan merealisasikan yang telah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 tahun 2008 dalam pengelolaan sumur tua,†tandasnya.
Keberadaan sumur minyak tua menjadi peluang bagi BUMD untuk mengelolanya. Hanya saja membutuhkan tahapan yang harus dilewati.
“Mereka sangat senang bisa mengunjungi sumur minyak tua di kawasan Ledok. Terlebih bisa menyaksikan proses produksi yang masih menggunakan timba,†tutur Kris.
Banyaknya daerah yang tertarik belajar tentang pengeloaan sumur minyak tua di Blora, pihaknya berencana membuat kursus singkat.
“Kami akan jelaskan semua hal terkait pengelolaan sumur minyak tua di Blora. Termasuk kendala-kendala di lapangan yang harus kami hadapi,†tandasnya.
Humas ADMP, Istiqomah menjelaskan kedatangannya ingin sharing pengalaman tentang bagaimana BUMD Blora, PT BPE bisa berkolaborasi dengan Pertamina dan masyarakat lokal dalam pengeloaan tambang minyak tradisional.
Selain itu juga ingin melihat secara langsung bagaimana proses menambang minyak mentah yang dilakukan oleh masyarakat. Sebab, banyak diantara peserta ADPM yang belum pernah melihat proses tersebut.
“Meskipun notabene daerah mereka adalah penghasil migas, tetapi tidak semua memiliki sumur tua yang bisa diproduksi seperti di Blora,†tuturnya.(ams)