SuaraBanyuurip.com -Â Hidayatul Khoiriyah
Tuban-Â Jumlah pengguna aplikasi Taprose Temanku Kabupaten Tuban, Jawa Timur mencapai 3.370 user, terhitung sejak Mei 2017 hingga Desember 2018. Pada November 2018, jumlah aduan mencapai 21 aduan yang didominasi pengaduan infrastruktur dan pelayanan.Â
“Sejauh ini sudah 19 yang ditindaklanjuti,†ujar Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pegembangan Teknologi Informasi (PPTI) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Agus Heru Purnomo, kepada suarabanyuurip.com di ruang kerjanya, Rabu (19/12/2018).
Penindaklanjutan aduan sepanjang tahun 2018 telah dilakukan Diskominfo setiap bulan. Sementara pada November 2018 masih ada dua aduan yang belum ditindaklanjuti. Hal tersebut disebabkan masing-masing untuk penindaklanjutan harus ada standart operasional prosedur (SOP).
“Kami berupaya melakukan tindaklanjut, karena jika lebih dari tiga hari tidak ditindaklanjut, ada teguran langsung dari bupati,†tambah pria berkacamata itu.
Adapun jumlah admin Taprose Temanku sekitar 45 admin dari berbagai Organisasi Pelayanan Daerah (OPD).Â
Aktifnya Taprose Temanku, dinilai masih belum dimanfaatkan oleh masyarakat karena masyarakat lebih banyak mengadu di media sosial.
Aplikasi Taprose Temanku merupakan salah satu cara mendidik masyarakat lebih cerdas, dan bertanggung jawab dalam melakukan pengaduan. Media sosial yang dipilih masyarakat untuk pengaduan dianggap tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Di medsos identitas dapat disamarkan, sementara di Taprose dapat diidentifikasi, sehingga pengaduan dapat dipertanggungjawabkan,†pungkasnya. (hida)Â