SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Bencana alam angin puting beliung yang menerjang sebagian wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengakibatkan kerugian cukup signifikan. Terhitung sejak bulan Januari hingga 18 Desember 2018 kerugian mencapai Rp588.050.000. Dengan nilai bervariasi mulai dari Rp5 juta sampai Rp200 juta.
“Kerugian terbesar saat puting beliung menerjang GOR Dabonsia di Desa Ngumpak Dalem, Kecamatan Dander, kerugiannya mencapai Rp200 juta,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencaba Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Nadif Ulfia, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (24/12/2018) kemarin.
Nadif sapaan akrabnya mengungkapkan, bencana puting beliung menerjang 59 desa di 22 kecamatan, yaitu Kecamatan Bojonegoro, Kapas, Purwosari, Sekar, Balen, Ngasem, Kedungadem, Dander.
Kecamatan Padangan, Tambakrejo, Gondang, Baureno, Sukosewu, Kalitidu, Kepohbaru, Temayang, Gayam, Ngraho, Sugihwaras, Kanor, Bubulan, danTrucuk.
Selain merobohkan dan merusak bangunan, angin puting beliung juga menumbangkan beberapa pohon di jalur utama jalan provinsi maupun kabupaten. Selama ini, pihaknya telah melakukan assesment untuk kerusakan rumah dan kategori kerusakan.
“Setelah ada laporan dari masing-masing kecamatan, ada santunan untuk rumah yang rusak parah dan bantuan sembako,” pungkasnya.
Kabupaten Bojonegoro memiliki desa sejumlah 419 desa dan 11 kelurahan, dengan jumlah kecamatan sebanyak 28 kecamatan.(rien)