SuaraBanyuurip.com -Â Hidayatul Khoiriyah
Tuban-Â Pangkalan LPG di beberapa titik di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kebanjiran stok sejak empat bulan terakhir. Kejadian ini disebabkan ketidakseimbangan pasokan dari Pertamina terhadap pangkalan LPG setempat.
Kepada suarabanyuurip.com, salah satu pengelola pangkalan agen yang berada di Jalan Brawijaya Tuban, Sudarno mengaku, kebingungan dengan pemasokan dari pertamina yang mencapai 1.330 per bulan. Sementara sejak November 2018 lalu pembeli tak banyak.
“Biasanya per hari habis 30 sampai 50 tabung LPG, tapi sekarang masih banyak sisanya,†ujarnya Rabu (26/12/2018).
Senada, pemilik pangkalan LPG lain, Syahid. Dia memaparkan kemungkinan banjirnya stok LPG saat ini disebabkan beberapa industri ilegal yang ditutup pemerintah, sehingga mengurangi pembelian LPG.
“Industri ilegal itu biasanya dua truk dalam satu tahun, jadi cepat habis,†paparnya.
Syahid bahkan terpaksa menurunkan harga yang rata-rata Rp 16.000 rupiah, menjadi Rp15.000 per tabung agar dapat cepat mengosongkan tabung.
Kedua pemilik pangkalan LPG tersebut berharap pertamina kembali mensurvey pemasokan pada tiap-tiap agen agar pemasukkan sesuai dengan pengeluaran. Hal ini karena pembeli LPG hanya pada ibu rumah tangga dan industri kecil.
“Pertamina harus ada survei sehingga mengetahui kebutuhan faktual dari masyarakat,†harapnya.
Hingga saat ini, harga LPG 3 kg dari Pertamina pusat kepada pangkalan Rp 14.500 yang di jual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp16.000, untuk kemudian dapat dijual kepada pedagang kecil. (hida)Â