Sate dan Becek Menthok Tuban Tersedap Sejak 1994

Sate dan Becek Menthok Tuban Tersedap Sejak 1994

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban- Bagi Anda yang sedang berlibur atau sekadar melewati Tuban, Jawa Timur, terasa tidak lengkap jika belum merasakan sate dan becek menthok Sor Sawo.

Kuliner tersebut terletak di Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding. Para pecinta kuliner telah mengakui kelezatan sate dan becek menthok Sor Sawo. Kesedapan rasanya telah teruji sejak 1994 pertama kali menu disajikan.

“Rasanya maknyus dan bikin ketagihan,” ujar pemburu sate dan becek Mentok, Mochamad Saiful, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (26/12/2018).

Bagi pria kelahiran Madura, kuliner sate dan becek Menthok merupakan agenda wajib saat liburan. Selain harganya terjangkau, konsumen juga dapat merasakan suasana pedesaan.

Pemilik warung sate dan becek Menthok Sor Sawo, Supri (60), mengaku usaha kulinernya telah bertahan 24 tahun. Sekalipun slih berganti menu kuliner di di Bumi Wali-sebutan lain Tuban- tak membuat usahanya lesu.

Di awal tahun 1994 pria asli Karang itu tak pernah berganti menu. Sate dan becek Menthok menjadi andalannya, saat disantap bersama nasi jagung maupun nasi putih.

Baca Juga :   Wabup Budi Irawanto Hadiri Tasyakuran HUT ke 117 Desa Pacing

Jenis minuman yang disediakan juga bervariasi. Mulai air mineral, teh botol, hingga air Nira atau Legen khas kabupaten berjuluk Kota Seribu Goa.

Untuk menyantap 10 tusuk sate, pengunjung cukup mengeluarkan kocek Rp30.000. Sate baru dibakar ketika ada yang pesan. Rasanya maknyus ketika dipadukan dengan kecap, sambal ditambah irisan tomat dan bawang merah.

Sedangkan beceknya juga tak kalah menggiurkan. Satu porsi hanya Rp15.000, dan boleh nambah lagi selama stok masih ada di dapur. Rata-rata pengunjung dengan lahap, menghisap sumsum dalam tulang Menthok.

“Harga sate maupun becek menyesuaikan harga Menthok di pasar,” terang pria berpenghasilan bersih Rp500.000 ribu/ hari itu.

Dulu diawal buka Menthok per ekor cuma Rp6.000 dan sekarang sudah Rp125.000/ekor. Harga sate dulu juga hanya Rp2.000/10 tusuk dan becek hanya Rp1.000 per porsinya.

“Per hari rata-rata habiskan 10 ekor Menthok. Kalau saat liburan mayoritas pembeli dari luar kota,” tambah pria yang memiliki omset Rp3.000.000 per hari.

Untuk lokasinya mudah dijangkau. Dari Rumah Sakit Medika Tuban lurus ke Selatan, kemudian ada gapura kecil belok Kanan. Setelah melewati jembatan kecil, dan melihat asap disitulah sate dan becek Menthokdiolah. (aim)

Baca Juga :   Disewa Rp150 Juta, Bupati Serahkan KPTP ke Investor Lokal

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *