SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Ornamen Taman Seribu Lampu (TSL) Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kembali rusak. Kuat dugaan, beberapa bagian hiasan untuk mempercantik taman sengaja dirusak, karena terdapat bekas pukulan benda tumpul.Â
Sumitro, warga Cepu menyayangkan perusakan ornamen Taman Seribu Lampu, karena baru saja selesai dibangun. Kerusakan diketahui pada saat cuti bersama Natal, (24/12/2018).
“Kalau dari kerusakannya seperti pukulan benda tumpul. Bahkan ada tancapan paku pada salah satu ornemen,” ujarnya kepada suarbanyuurip.com, Rabu (26/12/2018).Â
Camat Cepu, Djoku Sulistiyono, mengaku sudah menyampaikan kerusakan tersebut kepada Dinas Perumahan Pemukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub).
“Kami juga sudah memberikan masukan kepada dinas,” sambungnya dikonfirmasi terpisah.
Saran yang diberikan, di lokasi Taman Seribu Lampu perlu adanya papan informasi berisi imbaun kepada masyarakat untuk tidak melakukan kerusakan dan menjaga taman.
“Contohnya himbauan untuk tidak menaiki selender,” ujarnya.Â
Terpisah, Kepala Dinrumkimhub Blora, Syamsul Arif, melalaui Kepala Bidang Kelistrikan dan Pertamanan, Langgeng Warsito, mengaku sudah mengetahui kerusakan tersebut. Sampai saat ini kerusakan Taman Seribu Lampu masih tanggung jawab kontraktor pelaksana pembangunan karena masih masa perawatan.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat Cepu dan pengunjung untuk ikut serta menjaga asset tersebut. Kaena Taman Seribu Lampub merupakan tempat terbuka publik, bukan kawasan untuk berbisnis.Â
“Ayo, masyarakat Cepu ikut menjaga dan mengawasi. Karena ini adalah milik bersama,” pesannya.Â
Untuk diketahui perbaikan Taman Seribu Lampu pada taman enam menelan biaya APBD Blora tahun 2018 sebesar Rp2.085.789.200. Adapun batas waktu pengerjaan pada 6 Desember 2018 dan pekerjaannya telah diserahkan kepada Pemkab Blora. Tapi sampai saat ini, taman yang terletak di tengah kota Cepu tersebut belum diresmikan.(ams)Â