SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Bojonegoro – Proyek pelebaran jalan poros Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dipertanyakan sejumlah warga setempat. Tidak diketahui secara pasti asal muasal proyek di wilayah ring satu Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu tersebut.
Proyek pelebaran jalan poros Kecamatan Gayam tepatnya di sebelah timur Pad C Lapangan Banyu Urip itu sudah berlangsung sekitar satu minggu. Namun sampai saat ini tidak ada papan informasi tentang pekerjaan yang dilaksanakan.
 “Kalau pekerjaannya kira-kira sudah satu minggu. Itu seperti pelebaran jalan,†kata Rokim, warga Gayam, Kamis (27/12/2018).
Menurutnya, banyak masyarakat yang tidak tahu dari mana proyek itu berasal.
“Katanya sih dari Dinas Pekerjaan Umum. Tapi kok tidak ada papan informasinya,” ucapnya.Â
Selain itu juga tidak diketahui siapa kontraktor yang mengerjakannya.
“Seperti proyek siluman,” duganya.Â
Sebelum pelebaran jalan dimulai sudah ada tumpukan tanah urug di lokasi tersebut.Â
Warga sebelumnya juga mengeluhkan tidak adanya barikade (pembatas jalan) di jalan poros tersebut, karena dapat membahayakan pengguna jalan.
“Untuk barikade dari kayu dan tali plastik itu baru tadi pagi dipasang. Setelah ditegur kepala desa,†jelasnya.
Senada disampaikan Agus Hafidh, warga lainnya. Menurut dia, tidak adanya pembatas jalan berpotensi membahayakan pengguna jalan.Â
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Pembangunan Jalan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang, Sapto Sumarsono mengaku belum mengetahui persis pekerjaan yang dimaksud. Dia justru meminta wartwan suarabanyuurip.commenanyakan kepada pelaksana proyek.
“Ditanya saja pada pelaksananya, proyeknya dinas atau proyeknya desa,†saran Sapto melalui whatsappnya.Â
Sapto juga mengaku tidak hafal apakah proyek pelebaran Jalan Poros Gayan tersebut masuk dalam program Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang.
“Saya lagi keluar kantor,†katanya singkat. (ams)