SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Jakarta – Pertamina EP telah menyiapkan strategi untuk memenuhi target produksi migas nasional 2019 yang sudah ditentukan. Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di bawah koordinasi SKK Migas, Pertamina EP akan mempercepat rencana kerja dengan senantiasa melaksanakan sinergi antar fungsi.
Strategi lainnya yang dijalankan adalah dengan mengimplementasikan budaya HSSE, dan efektif dalam menggunakan biaya.Â
Presiden Direktur PT Pertamina EP Nanang Abdul Manaf menjelaskan percepatan rencana kerja adalah satu bagian dari strategi perusahaan untuk mendapatkan hasil produksi lebih dini. Langkah yang ditempuh adalah dengan mempercepat pekerjaan yang bisa dilaksanakan lebih awal.
“Kami percaya dengan memaksimalkan penggunaan waktu dapat memberikan hasil yang lebih baik,” ujarnya saat Kick Off Meeting Percepatan Rencana Kerja di kantor PT Pertamina EP Pusat, Kamis (27/12/2018).
Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Operasi dan Produksi Chalid Said Salim, Direktur Eksplorasi dan Penemuan Cadangan Baru Achmad Alfian Husein, dan Direktur Keuangan dan Pendukung Bisnis Fadjar Harianto Widodo.Â
Dalam kesempatan itu, Nanang menyampaikan target lifting tahun 2019 untuk minyak sebesar 82.500 BOPD dan Gas 768 MMSCFD. Untuk rencana kerja sumur pemboran sendiri sebanyak 94 sumur dan 243 sumur workover.Â
Menurutnya, seluruh direksi Pertamina EP sepakat bersinergi antar fungsi. Baik fungsi core business maupun support, dapat bersama melawati tantangan untuk meningkatkan kinerja Pertamina EP. Sehingga semua lini memberikan kotribusi terhadap target kinerja operasi tanpa terkecuali.Â
“Dengan bekerja bersinergi maka Impossible is Nothing. Kita harus sepakat dulu terhadap target Perusahaan sehingga mempunyai pemahaman yang sama. Lakukan yang terbaik berdasarkan tugas pokok masing-masing,” pesannya.Â
Saat itu dirinya juga menjelaskan secara rinci strategi pencapaian rencana kerja tahun 2019. Diantaranya dengan aspek HSSE dan fokus eksekusi program kerja pemboran yang sudah direncanakan.
“Selain itu, kita harus terus memonitor terintegrasi proses pengadaan, monitoring progress fisik dan biaya secara rutin, serta cost effectiveness,” terangnya. Â
Diketahui, PT Pertamina EP mempunyai wilayah kerja yang sangat luas di Indonesia serta didukung dengan sumber daya manusia yang handal. Dengan luasnya wilayah kerja tersebut, menjadi suatu tantangan dan peluang tersendiri bagi Pertamina EP. Supaya memaksimalkan hasil produksi sesuai rencana kerja yang telah disepakati.Â
“Kami terus mengingatkan untuk menjalankan operasional dengan excellent serta zero accident. Bagi kami, Safety is Priority, seluruh pekerja dan mitra wajib bekerja dengan memperhatikan kaidah keselamatan kerja. Kerja aman, keluarga pun tenang,” pungkasnya melalui siaran pers yang dikirimkan kepada suarabanyuurip.com. (ams)