SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban-Â Dari 1.393 kecelakaaan yang terjadi di Kabupaten Tuban sepanjang 2018, telah menghilangkan nyawa 220 orang. Jumlah tersebut menjadikan peringkat pertama dengan tren kecelakaan tertinggi di wilayah Jawa Timur.
“Laka di 2018 meningkat dari tahun 2017,†ujar Kapolres Tuban, AKBP Nanang Haryono, kepada suarabanyuurip.com, dalam pers rilis akhir tahun di Mapolres Tuban, pada Senin (31/12/2018).
Kapolres kelahiran Bojonegoro ini menjelaskan, jumlah kecelakaan sepanjang 2018 naik 14,37% dibandingkan tahun 2017 yang hanya terjadi 1.218 laka. Selain menghilangkan dua ratusan nyawa, laka di tahun 2018 juga mengakibatkan 50 orang luka berat dan 1.901 luka ringan. Sedangkan kerugian materialnya lebih dari Rp4 miliar.
Tingginya laka di Tuban Bumi Wali, karena human eror atau kesalahan manusianya. Kendaraan roda dua yang paling mendominasi selama setahun terakhir.
“Rambu, banner, maupun plang kuning himbauan hati-hati sudah kami berikan,†tegas Nanang.
Kunci berkendara yang aman pertama, lengkapi seluruh surat menyuratnya, memakai helm, patuhi rambu, jangan melampaui batas kecepatan. Terakhir beristirahatlah di pos terdekat atau Rest Area jika sudah merasa kelelahan.
“Ingat nyawa sangat berharga karena di rumah ada keluarga yang menanti kita,†pungkas Kapolres humanis ini. (Aim)