SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Warga Kelurahan Tambakromo, Kecmatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, merasa geram dengan keberadaan proyek embung di kelurahan setempat. Proyek tersebut diduga telah mengakibatkan kerusakan infrastruktur lingkungan RT 1, 2, 3, 5/RW 1.Â
Warga terpaksa menyandera 4 unit alat berat yang digunakan untuk menggali embung. Sebab belum ada realisasi perbaikan jalan lingkungan. Padahal sebelumnya kontraktor sudah menyatakan untuk melakukan perbaikan.Â
“Tapi tiba-tiba alat berat mau dikelurkan dari lokasi. Kami khawatir jalan yang sudah rusak itu dibiarkan begitu saja,” kata Ketua RT 2/1, Antok Widayanto, kepada suarabanyuurip.com, Jumat (4/1/2018).
Dijelaskan, kerusakan infrastruktur terjadi lantaran mobilisasi kendaraan pendukung proyek. Utamanya pengangkut tanah dari galian embung.Â
Kerusakan jalan paving terjadi sepanjang barat SPBU Cepu, hinga jembatan. Kerusakan juga terjadi pada saluran air (Drainase) arah perumahan, serta jalan utama.
Tiang lampu perumahan juga rusak akibat pergeseran tanah yang dilalui truk proyek. Akses jalan untuk petani menjadi terganggu.
“Bahkan mengakibatkan pengendara motor jatuh akibat kerusakan jalan,” tandasnya.Â
Ketua RT0 3/RW01,Hartono menambahkan, warga menuntut agar kontraktor segera melakukan perbaikan infrastruk.
“Dari awalnya baik harus menjadi baik,” sambung Hartono.Â
Sementara itu, Lurah Tambakromo, Sukirno dalam audiensi dengan kontraktor dan warga menyampaikan, aksi yang dilakukan warga ini untuk menagih janji kontraktor.
“Intinya warga menagih janji dari kontraktor,” kata lurah.
Audensi yang dilaksanakan di ruang pertemua Lurah Tambakromo, warga meminta jaminan dari kontraktor agar melaksanakan komitmenya.
“Satu unit alat berat harus ditinggal untuk membantu perbaikan jalan,” ujarnya.Â
Perwakilan CV Wedha Permana Kontruksi, Mahmud menyanggupi permintaan warga untuk segera dilakukan perbaikan.
“Karena ada desakan warga, akan segera kami lakukan perbaikan,” tegasnya.Â
Dia mengaku sudah sering menyampaikan kepada warga saat di lapangan jika perusahaan tempatnya bekerja  tetap melaksanakan komitmen melakukan perbaikan infrstruktur.
Proyek embung Tambakromo merupakan proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) yang dikerjakan oleh CV Wedha Permana Konstruksi dengan anggaran sebesar Rp1,9 miliar. (ams)Â