SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – PT Pertamina Gas (Pertagas) siap menyelesaikan proyek pipa gas Gresik-Semarang (Gresem) di awal tahun 2019 ini sudah berjalan 90 persen lebih.
“Proyek terus berjalan dan tidak ada kendala, sekarang sudah berjalan 90 persen lebih,” kata Pjs Corporate Secretary PT Pertagas, Hatim Ilwan, kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (4/1/2018).
Proyek yang mulai dibangun pada tahun 2015 silam ini tidak mengalami kendala termasuk permasalaham lahan salah satunya di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Baik lahan milik warga maupun pemerintah telah diselesaikan dengan baik.
“Tidak ada masalah lahan apapun di Bojonegoro. Semuanya lancar dan tinggal menyelesaikan beberapa hal saja,” tukasnya.
Menurut Hatim, sapaan akrabnya, sambil menunggu Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) berproduksi yang ditargetkan pada pertengahan 2021, rencananya akan mengambil dari sumber gas yang lainnya.
“Ya sambil menunggu J-TB produksi, rencananya akan ambil dari sumber lainnya,” ungkapnya tanpa menyebutkan sumber gas yang dimaksud.
Selain pipa gas Gresem, PT Pertagas menyebutkan telah menyelesaikan proyek pipa gas Duri-Dumai yang panjangnya mencapai 64
kilometer (km) dengan diameterr pipa 24 inch ini dibangun pada November 2017 lalu dengan investasi sebesar US$ 52,2 juta.
“Kita juga sudah selesaikan proyek pipa gas Grissik-Pusri. Ya, hanya tinggal pipa gas Gresem saja,” pungkasnya.
Untuk diketahui, proyek pipa gas Gresik-Semarang ini dibangun dengan nilai investasi sebesar US$ 250 juta. Proyek pipa gas ini berdiameter 28 inchi sepanjang 267 km dan melewati Kabupaten Bojonegoro yang juga sebagai daerah penghasil gas yang akan dipasok melalui pipa ini.(rien)Â