SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban-Â Komitmen membangun sekolah Pertamina di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, bakal berlanjut setelah penetapan lokasi Kilang NGRR Tuban rampung. Sekolah tersebut untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal, sesuai standar kebutuhan proyek patungan Pertamina dan Rosneft Oil Company Rusia saat masa konstruksi dan operasi.
“Sebelum dirikan sekolah Pertamina kita akan mapping dulu pastinya,” ujar Humas Pertamina MOR V, Rustam Aji, kepada suarabanyuurip.com, usai sosialisasi dan konsultasi publik rencana pembangunan Kilang Tuban di Kecamatan Jenu, Rabu (9/1/2019).
Pemkab Tuban sendiri juga telah mendata lulusan di desa sekitar operasi kilang. Data-data tersebut akan kita update kembali. Pertamina sudah menangkap itu. Pertama lakukan sosial mapping dahulu dan sesuaikan kebutuhan tenaga kerja di proyek dulu.
“Pelatihan apa juga harus disingkronkan dengan kebutuhan,” imbuh pria ramah ini.
Sejak tahun 2017 Pemkab Tuban telah mengantongi data lulusan SMP dan SMA di lima desa sekitar Kilang Tuban. Data tersebut bakal disingkronkan dengan kebutuhan Pertamina saat proyek konstruksi, hingga operasi kilang berkapasitas 300 ribu Barel Per Hari (Bph).
“Data tersebut telah kami peroleh sinergi dengan Muspika Jenu, dan pemerintah desa,” sambung Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban, Budi Wiyana.
Untuk di Desa Remen, Kecamatan Jenu, total ada 653 lulusan SMP-SMA. Rinciannya, 7 lulusan MTs, 266 lulusan SMP, 2 lulusan MAN, 202 lulusan SMA, 2 lulusan MA, 136 lulusan SMK, 1 lulusan D1, 2 lulusan D3, dan 23 lulusan S1. Di Desa Mentoso ada 5 lulusan MTs, 2 SMP, 2 MA, 21 SMA, dan 2 lulusan SMK.
Desa Rawasan ada 26 lulusan SMP, 14 lulusan MA, 9 lulusan SMA, dan 4 lulusan SMK. Desa Wadung ada 15 lulusan SMP, dan 38 lulusan SMA. Desa Sumurgeneng memiliki 70 lulusan SMP, 45 lulusan SMA, dan 22 lulusan SMK.
“Untuk data di Desa Kaliuntu kami belum memilikinya,” sambung Kepala Bidang Pelatihan, Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Penanaman Modal, PTSP dan Tenaga Kerja Tuban, Slamet Widodo.
Menyongsong proyek Kilang Tuban, l Pemkab Tuban dengan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas (PPSDM Migas) Cepu, Jawa Tengah, telah melatih 93 peserta selama 2018.
Rincian jumlah peserta beserta skillnya meliputi 17 peserta pada skill Operator Mobil Crane, 13 peserta pada skill Juru Ikat (Rigger), 10 peserta pada skill Operator Scaffolding, 6 peserta pada skill Juru Ukur Seismik, dan 5 peserta pada skill Welder.
Ditambah 14 peserta pada skill Operator SPBU, 3 peserta pada skill Pengawas SPBU, 3 peserta pada Teknisi Mekanik, 6 peserta pada Operator Hse Seismik, 10 peserta pada Operator Forklift, dan 6 peserta pada skill Operator K3.
Peserta pelatihan tersebar dari 20 kecamatan secara merata, tanpa ada pengutamaan di wilayah tertentu kecuali bagi warga dengan perekonomian menegah ke bawah dengan catatan usia maksimal 30 tahun.
Dilain sisi, Pemkab telah mendorong tujuh SMK yang diplot membuka jurusan perminyakan yakni, SMKN 1, SMKN 3, SMKN Jatirogo, SMK Taruna Jaya Prawira (TJP), SMK YPM 12, SMKN Tambakboyo, dan SMKN Palang. Dari tujuh sekolah kejuruan itu, hanya SMKN 1 yang telah menyatakan kesanggupannya.
Sementara, terkait akan berdirinya Kilang minyak di Kecamatan Jenu, Kepala SMKN 1 Tuban, Basuki, telah menyiapkan diri salah satu prioritasnya dengan membuka jurusan teknik pengolahan minyak. Penerimaaan siswa baru jurusan minyak telah dimulai pada periode 2017/2018. (Aim)