SuaraBanyuurip.com -Â Hidayatul Khoiriyah
Tuban –Â Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, memfokuskan pelatihan untuk penuhi kebutuhan industri. Diantaranya industri Tuban, Lamongan, dan Gresik yang selama ini masih bergantung pada BLK Tuban dalam perekrutan tenaga kerja.
Pelatihan bertujuan meningkatkan kemampuan pencari kerja. Pendaftaran akan dibuka mulai 10 Januari hingga 4 Februari 2019 mendatang. Sampai saat ini jumlah peserta mencapai 109 peserta dari 10 kejuruan.
Kepala Seksi Pelatihan dan Seleksi BLK Tuban, Tri Wahyanto mengungkapkan masing-masing jurusan hanya menerima 16 siswa. Calon peserta akan diseleksi dengan tes tulis dan wawancara.
“Ini kan kami lakukan bertahap, karena belum tentu seluruh kejuruan terpenuhi sesuai kebutuhan,†ujar pria berkacamata itu kepada suarananyuurip.com di ruangannya, Kamis (17/1/2019).
Kejuruan yang dibuka BLK Tuban tahun ini meliputi teknologi informasi dan komunikasi TIK (Pemrograman), menjahit, manufaktur, instalasi penerangan, salon kecantikan, pengolahan hasil pertanian/PHP, audio video, teknik pendingin AC, otomotif roda 4, dan otomotif sepeda motor.
Tri sapaan akrabnya berharap siswa yang telah diterima di BLK dapat segera mendapat pekerjaan di pabrik atau dunia industri yang membutuhkan. Kendati demikian lebih baik apabila dapat membuka usaha mandiri, sebab kami juga melakukan pembekalan untuk usaha mandiri.
“Itu sebagai penunjang pelatihan kita,†Imbuhnya.
Salah satu pendaftar, Winarsun, mengaku memilih pelatihan TIK untuk meningkatkan kemampuan. Dara asal Desa Semanding itu bermimpi dapat bekerja di rumah sakit bagian administrasi.
“Karena saya lulusan SMA, jadi pengen cari tambahan kompetensi, siapa tahu bisa di bagian adiministrasi di salah satu rumah sakit di Tuban,†harapnya.
Adapun jumlah pengangguran di Tuban hingga akhir 2018 mencapai 3,3 persen atau setara dengan 22 ribu jiwa. Puluan ribu ini merupakan tingkat pengangguran terbuka, yakni benar-benar tidak bekerja apapun. (hida)Â