Gelar Aksi Damai Tuntut Transparansi Meindo Lelang Proyek KDK

Aksi damai pemuda jelu

SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Puluhan tokoh masyarakat dan pemuda Desa Jelu, Bareng, Jampet dan Tengger, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan aksi damai di sekitar titik area proyek pengerjaan pengembangan Lapangan Kedung Keris (KDK) di Desa Jelu, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jum’at (18/1/2019).

Massa menuntut transparansi dari proses lelang proyek yang dilakukan oleh Maincont ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) PT.MEINDO ELANG INDAH (Meindo) dalam proyek pemasangan pipa minyak KDK menuju Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, pada lelang yang dimulai bulan Oktober 2018 hingga 13 Januari 2019 lalu.

“Pada hari Selasa 15 Januari 2019 kemarin, kami sudah menyampaikan rasa kekecewaan kami terhadap hasil lelang tersebut dikantor MEINDO. Namun dari pihak managemen MEINDO tidak ada satupun yang menemui,” ujar Koordinator Aksi, Enda Mugi Rahayu.

Kemudian, lanjut dia, pihaknya memberi waktu sampai tanggal 16 Januari untuk memberi jawaban atau tanggapan atas bentuk kekecewaan pihak masyarakat. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan, pihak MEINDO tak kunjung memberikan respons.

Baca Juga :   Berikut Penjelasan Teknis Puncak Produksi Banyuurip

“Sehingga aksi ini kami lakukan,” imbuhnya.

Selain menuntut kejelasan proses lelang, massa juga menuntut MEINDO untuk memberikan Pengerjaan Pipa yang melewati Desa Jelu, Jampet, Bareng dan Tengger untuk dikerjakan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di wilayah tersebut.

“BUMDes Jelu dan Tengger telah bekerja sama dengan PT. Adhi Raya Contruction, Perusahaan yang secara Klasifikasi dan company Profile nya sangat mumpuni dan mampu melakukan pekerjaan tersebut dengan baik,” ujar pria yang juga Ketua BUMDes Jelu ini.

Dia berharap pengerjaan proyek ini dapat melibatkan BUMDes. Sehingga dapat berdampak langsung maupun tidak langsung yang dapat dirasakan oleh warga sekitar.

“Jadi tidak hanya segelintir saja,” tuturnya.

Mugi menegaskan, jika tuntutan ini tidak dapat diakomodir, pihaknya mengancam akan kembali melakukan aksi.

Sementara Humas Meindo Anan Sutrisno, dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait perihal aksi damai yang dilakukan tokoh masyarakat dan pemuda tersebut hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban.

Aksi damai tokoh masyarakat dan pemuda tersebut dikawal ketat oleh jajaran Polsek Ngasem dan Polres Bojonegoro.(Roz)

Baca Juga :   Lima Kontraktor Lolos Pra Kualifikasi Proyek J-TB

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *