SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Partai koalisi Pasangan Calon (Parlon) Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), meminta dilakukan pengusutan atas beredarnya Tabloid Indonesia Berkah. Dimana Tabloid tersebut disinyalir berisi menyudutkan Paslon Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno.
Ketua DPD PKS Kabupaten Blora, Susanto Budi Susetyo, menyampaikan, dibeberapa grup sosial media hal itu sudah ramai diperbincangkan. Sebab disinyalir pengiriman tabloid tersebut tidak hanya beredar di Kabupaten Blora.
“Oleh sebab itu kami meminta agar Bawaslu dan Kepolisian mengambil sikap tegas untuk mengusutnya,” kata Budi, kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (22/1/2019).
Jika dibiarkan akan ada pihak yang dirugikan yakni paslon Capres dan Cawapres Prabowo – Sandi.
“Logikanya kalau ada yang dirugikan berarti ada yang diuntungkan,” terangnya.
Selain itu, Budi yang juga Bendahara Tim Pemenangan Prabowo – Sandi menanyakan terkait alamat redaksi dan susunan redaksi di tabloid itu. Apakah hal itu nyata atau hanya abal – abal? Sebab itu dia meminta agar kasus ini diusut tuntas.
“Bagaimana legalitas payung hukumnya? Ada atau tidak? Orang – orangnya (tim redaksi,red) dan alamatnya ada betul apa tidak? Kalau abal – abal tolong diambil sikap,” tandasnya.
Sangat disayangkan, sasaran peredaran tabloid ini adalah masjid – masjid. Terlebih isi konten beritanya menyudutkan Prabowo.
“Informasi yang saya terima, tabloid tersebut memframe menyudutkan Pak Prabowo,” katanya.
Pihaknya menilai, hal itu sudah masuk kategori black campaign dan ada unsur pelanggarannya yakni Masjid yang dijadikan sarana kampanye meski secara implisit.
Atas kejadian pengiriman tabloid di masjid – masjid, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Blora, Jawa Timur, telah menerima sejumlah laporan.
Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Blora, Sugie Rusyono mengatakan, pihaknya juga sudah menerima bentuk fisik Tabloit Indonesia Berkah.
“Masih kita dalami dan kita juga telah berkoordinasi dengan kepolisian,” kata Sugie beberapa waktu lalu.(ams)