SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban-Â Dampak cuaca buruk di perairan Utara Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menyebabkan enam kapal kargo dan tongkang batu bara terdampar. Keenamnya belum bisa bisa dievakuasi, karena gelombang masih tinggi.Â
“Rinciannya satu kapal kargo dan lima tongkang,” ujar Kepala Kantor UPP Brondong, Ferry Agus Satrio kepada suarabanyuurip.com, dalam siaran pers di Dusun Tanjung Awar-awar, Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kamis (24/1/2019).
Posisi kapal tersebut ada di perairan sekitar Pelabuhan Khusus (Pelsus) PT Semen Indonesia (persero) Tbk dan sekitar PT Holcim Indonesia. Terdampar atau kandasnya kapak karena cuaca yang kurang bersabahabat pada Selasa (22/1) pukul 19.30 WIB.
Semula kapal tersebut berlabuh, tapi gelombang tinggi 5-6 meter membuat tali kapal putus dan terhempas ke tepi pantai. Dipastikan tidak ada korban jiwa. Saat ini untuk evakuasi kapal dan tongkang menunggu cuaca membaik.
“Dampak insiden alam membuat jembatan penghubung Jetty Holcim putus 200 meter. 16 orang pekerja selamat,” imbuh pria ramah ini.
Cuaca buruk ini sesuau ramalan BMKG berlangsung enam hari ke depan. UPP Brondong sebelumnya juga sudah menghimbau ke pengguna jasa laut sekitar Pelsus di Tuban dan Lamongan untuk menunda keberangkatan kapal.
Mereka mematuhi himbauan tersebut, tapi namanya cuaca buruk membuat tali kapal putus. Evakuasi sedang dilakukan dan koordinasi dengan multistakholder.
“Kerusakan di Holcim masih dikaji dan dicek. Hasilnya akan dicarikan solusi perbaikannya,” pungkasnya. (aim)