SuaraBanyuurip.com – Samian SasongkoÂ
Bojonegoro – Sebagai pendekar tak hanya terfokus pada olah seni bela diri saja. Namun kegiatan peduli lingkungan juga menjadi perhatian serius. Hal itu ditunjukkan oleh organisasi Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Rayon Trenggulunan dan Butoh, Ranting Ngasem, Cabang Bojonegoro, Jawa Timur.
Sebanyak seratus lebih pendekar PSHT melakukan kerja bakti membersihkan makam Dusun Ngembul, Desa Butoh, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (27/1/2019).
Salah satu pengurus Ranting PSHT Ngasem, Edy Santoso, menuturkan, kerja bakti membersikan lingkungan salah satunya adalah makam sering dilakukan. Tidak hanya di makam Dusun Ngembul saja, di makam Dusun Krajan juga telah dikakukan.
“Selain membersihkan makam, juga menanam bambu ditepi jurang pinggir sungai, dan pagar pembatas jurang. Agar pengguna jalan nyaman melintasinya,” kata Edy Santoso, kepada Suarabanyuurip.com disela-sela kegiatan kerja bakti.
Pria bertubuh gempal ini menambahkan, selain kegiatan seni olah bela diri, kegiatan peduli lingkungan juga menjadi perhatian. Karena jika lingkungan bersih sama halnya perhatian pula terhadap kesehatan. Apalagi saat ini musim hujan rawan dengan wabah penyakit. Seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan lain sebagainya.
“Semoga apa yang kami lakukan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” imbuhnya.
Terpisah tokoh masyarakat Dusun Ngembul, Pardi, mengaku, sangat mendukung kegiatan kerja bakti yang dilakukan oleh PSHT. Selain makam menjadi bersih juga patut dijadikan contoh untuk peduli lingkungan.
“Alhamdulillah yang semula makam penuh dengan rerimbunan pohon, sekarang padang atau bersih,” pungkasnya.(sam)