SuaraBanyuurip.com -Â Hidayatul Khoiriyah
Tuban -Â Sekira 25 orang yang tergabung Forum Wartawan Tuban (FWT) menggelar aksi menolak remisi yang diberikan kepada I Nyoman Susrama, otak pembunuhan wartawan Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa yang digelar di bundaran patung DPRD Kabupaten Tuban, Senin (28/1/2019).
Aksi dimulai dari Balai Wartawan Jalan Pramuka dilanjutkan aksi long march menuju bundaran patung DPRD dengan membagikan selebaran kepada warga terkait penolakan remisi pembunuh jurnalis, AA Gde Narendra Prabangsa.
Di gelarnya aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas dan dukungan terhadap penolakan remisi yang diberikan kepada pembunuh jurnalis. FWT menilai koruptor atau tersangka bersalah akan melakukan berbagai cara untuk kepentingannya, bahkan membunuh sekalipun.
“Pembunuh jurnalis malah diberikan remisi, ini ironis. Padahal setiap tahun kekerasan terhadap jurnalis terus meningkat,†Papar Korlap Aksi Khusni Mubarok, kepada suarabanyuurip.com usai menggelar aksi bersama puluhan rekan jurnalis Tuban.
Perjuangan jurnalis dalam mendukung penolakan remisi pembunuh jurnalis tersebut dilakukukan sebagai salah satu penegakan pilar demokrasi yang terkesan dihianati.
“Pers sebagai pilar demokrasi, tapi pembunuh jurnalis diberikan remisi, ini merupakan bentuk pelemahan terhadap tugas jurnalis kita,†imbuh salah satu orator aksi, Abdul Rohman.
Selain aksi penolakan remisi kepada pembunuh jurnalis, gelar aksi tersebut juga melakukan penandatanganan untuk menolak remisi yang akan dikirimkan ke pihak terkait.
“Penandatanganan ini akan kami berikan ke pihak terkait untuk menambah dukungan penolakan remisi bahwa remisi yang diberikan kepada pembunuh jurnalis tidak tepat,†tandasnya penuh semangat.
Aksi serupa digelar oleh jurnalis dibeberapa kota sebagai bentuk dukungan untuk menolak remisi yang diberikan kepada I Nyoman Susrama atas pembunuhan yang dilakukan terhadap jurnalis Radar Bali. (hida)Â