SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Trenggulunan, Kecamatan Ngasem, bersama anggota Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Rayon Trenggulunan dan Butoh, Ranting Ngasem, Cabang Bojonegoro, Jawa Timur, melaksanakan kerja bakti membersihkan Monomen Perjuangan 45 atau dikenal Tugu Rawi, Jumat (01/02/2019).
Kegiatan bersih-bersih yang diikuti oleh perangkat desa, dan 100 lebih pendekar PSHT tersebut tak hanya membersihkan lingkungan Monomen Perjuangan 45 saja, tapi juga makam desa setempat. Gotong-royong bersih-bersih ini patut ditiru pihak lainnya agar ikut peduli dengan lingkungan sekitarnya.
“Alhamdulillah dengan bersinergi anggota Perguruan PSHT bersih-bersih Tugu Rawi dan makam cepat terselesaikan,” kata Kepala Desa (Kades) Trenggulunan, Rohman, kepada Suarabanyuurip.com, disela-sela kegiatan kerja bakti.
Kades Rohman, mengucapkan terima kasih kepada organisasi PSHT Rayon Trenggulunan dan Butoh atas kerjasamanya untuk meluangkan waktu dan tenaganya membersihkan makam dan Tugu Rawi. Dimana Rawi ini merupakan pejuang 45 yang telah gugur saat melawan pasukan Belanda. Sinergi yang baik ini akan terus dilakukan agar kegiatan sosial peduli lingkungan kedepannya semakin bertambah meningkat.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemdes Trenggulunan atas diajaknya kerjasama bersihkan makam dan Tugu Rawi. Semoga apa yang dilakukan anggota PSHT Rayon Trenggulunan dan Butoh ini dapat memberi manfaat bagi masyarakat,” sambung Katua Rayon PSHT Trenggulunan, Suharioyono.(sam)