SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Kota Malang — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bojonegoro bertandang ke PWI Malang Raya untuk melakukan studi banding sekaligus menimba pengalaman pengelolaan organisasi yang dinilai maju dan mandiri di Kantor PWI Malang Raya, Jumat (08/05/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua PWI Bojonegoro, Sasmito Anggoro, bersama 20 anggotanya. Menurut Sasmito, studi banding kali ini penuh dengan “kejutan” karena PWI Malang Raya telah memiliki kantor sendiri. Bahkan memiliki unit ambulance yang mendukung aktivitas sosial.
“Kami melihat ada banyak hal yang perlu ditiru, terutama dalam kemandirian dan kemajuan organisasi,” kata Sasmito.
Selain studi banding, rombongan PWI Bojonegoro juga menjalankan agenda lain, yakni rapat kerja yang digelar di Kota Batu. Tujuan kegiatan ini untuk memperkuat langkah strategis organisasi setelah menyerap berbagai praktik baik dari PWI Malang Raya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PWI Malang Raya, Ir Cahyono memaparkan, bahwa organisasinya memiliki beragam program yang berdampak langsung pada kesejahteraan anggota. Salah satunya yang bergerak adalah Koperasi Pena Wartawan Indonesia, yang dalam waktu dekat akan merambah ke bisnis minimarket.

Selain itu, PWI Malang Raya juga menjalankan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang pada Juli mendatang akan memasuki pelaksanaan ke-12. Ditegaskan, dalam pelaksanaan UKW tidak memungut biaya sama sekali dari peserta.
Bahkan, ada surplus pendapatan, yang bersumber dari kepercayaan pihak ketiga serta dukungan sponsor. PWI Malang Raya juga memiliki Sekolah Jurnalistik Indonesia, serta program sosial Wartawan Siaga Bencana.
Dalam program tersebut, lanjut Cahyono, PWI Malang Raya menyediakan satu unit ambulance sebagai bagian dari kepedulian dan respons cepat terhadap kondisi darurat di masyarakat.
”Seluruh keuntungan dari bidang kegiatan dan usaha tersebut kembali diarahkan untuk peningkatan kesejahteraan anggota,” ungkapnya.
Ditambahkan, di luar program formal, PWI Malang Raya juga aktif menggelar kegiatan yang membangun solidaritas. Salah satu yang mendapat perhatian adalah Night Run, yang sukses diikuti oleh 875 pelari.
“Kami ingin organisasi tidak hanya kuat di sisi tata kelola, tapi juga kompak dalam kegiatan sosial dan olahraga,” ujar Cahyono.
Cahyono berharap silaturahmi dan studi banding PWI Bojonegoro ke Malang Raya dapat memperkuat pemahaman tata kelola organisasi melalui sharing pengalaman PWI daerah.
”Terima kasih atas kunjungannya teman-teman PWI Bojonegoro, semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi kita semua,” pungkasnya.(fin)





