SuaraBanyuurip.com -Â Hidayatul Khoiriyah
Tuban -Â Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tuban, Jawa Timur, menyoroti sampah yang menumpuk khususnya di sekitar sungai dan pinggiran pesisir Bumi Wali.
Kepala Bidang Sumber Daya Air PUPR Tuban, Ahmad Rakhmat, mengungkapkan sampah masih menjadi persoalan di masyarakat yang sulit diselesaikan. Kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarang masih sulit rendah.Â
Di sekitar pesisir itu masyarakat yang justru menyuruh dinas untuk blusukan mengambil sampah di kampung-kampung. Mereka tidak mau berjalan ke depan untuk menyetorkan sampahnya.
“Padahal tidak mungkin pegawai kami harus blusukan mengambil sampah di tiap-tiap rumah, maka masyarakat harus sadar dengan melakukan penyetoran ke depan jalan jika ada pemungutan sampah dari dinas,†ujar Ahmad rakhmat kepada suarabanyuurip.com saat dikonfirmasi diruangannya, Jumat (1/2/2019).
Apabila tidak ada pegawai yang mengambil sampah, masyarakat justru membuang sampah di sekitar sungai. Sehingga dapat menyebabkan banjir, utamanya saat musim hujan tiba.
“Ini sangat disayangkan. Upaya pemerintah sudah ada, tapi masyarakat masih belum sadar tentang pentingnya sadar sampah,†Imbuh pria jangkung itu.
Kendati demikian, pihaknya telah menyiapkan program untuk mengantisipasi banjir dengan membangun waduk yang dibangun di Desa Jadi dengan ukuran paling kecil dapat menampung air sebesar 15 ribu debet.
“Nanti ada tiga waduk yang akan dibangun, tapi secara bertahap mengingat pembagian anggaran bukan hanya ada di pembangunan waduk,†tutur Rakhmat.
Ia berharap, dalam upaya mencegah banjir masyarakat turut berperan penting dengan membuang sampah pada tempatnya. Sekaligus tidak mengotori sungai maupun laut, sehingga bencana tidak terjadi.
“Apalagi ini musim hujan, sudah seharusnya saling sadar terkait masalah sampah,†pungkasnya. (hida)Â