Meningkat Rp 84 Juta, Harga Mobil Siaga Desa di Bojonegoro Dianggarkan Rp 334 Juta

Mobil siaga desa.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur telah menetapkan harga pengadaan mobil siaga desa tahun 2025 sebesar Rp 334 juta per unit. Harga ini meningkat Rp 84 juta dibanding 2022 lalu, sebesar Rp 250 juta per unit.

Ada 33 desa di Kabupaten Bojonegoro yang akan mendapat bantuan mobil siaga. Jumlah total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 11,022 miliar melalui bantuan keuangan khusus desa (BKKD) tahun 2025. Setelah anggaran dicairkan ke desa, nantinya akan langsung ditransfer kepada pemenang lelang.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo mengatakan, ada 33 desa yang bakal menerima bantuan mobil siaga desa. Setiap desa mendapatkan bantuan sekitar Rp 334 juta.

“Tahun ini anggarannya bertambah menjadi 334 juta rupiah. Kalau tahun 2022 lalu anggarannya dipasang Rp 250 juta per unit,” kata Agus kepada suarabanyuurip.com, Kamis (6/11/2025)

Menurut dia, anggaran Rp 334 juta yang diberikan kepada desa untuk pembelian mobil siaga ini dipastikan ada kelebihan. Meskipun harganya diperkirakan naik dibanding pengadaan tahun 2022 lalu.

“Namun apabila uangnya lebih, desa bakal langsung mengembalikan ke kas daerah,” tegas Agus.

Dia menjelaskan, pengadaan mobil siaga sekarang ini masih tahap proses pengajuan proposal pencairan kepada Bupati melalui Dinas Sosial untuk diverifikasi. Nantinya pencairan langsung dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) disalurkan ke masing-masing desa.

“Setelah cair, pemerintah desa langsung mencairkan kepada pemenang lelang untuk pengadaan mobil siaga,” ujarnya.

Agus menambahkan, bantuan mobil siaga desa ini untuk membantu desa meningkatkan pelayanan masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.

Kepala Desa (Kades) Kepohkidul, Kecamatan Kedungadem, Samudi mengatakan, anggaran pengadaan mobil siaga yang diterima setiap desa sebesar Rp 334 juta. Namun, ia memperkirakan, harga mobil hanya Rp 250 juta.

“Dipastikan ada kelebihan, otomatis dari desa langsung mengemmbalikan di kas daerah. Sementara untuk saat ini dari desa masih melakukan survey harga mobil,” jelasnya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait