Bupati Blora Sebut Ring 1 Blok Gundih Masuk Desa Miskin

Bupati Blora Sebut Ring 1 Blok Gundih Masuk Desa Miskin

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Desa Sumber merupakan salah satu dari 12 desa di Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang masuk kategori desa miskin. Padahal di desa tersebut masuk ring satu Blok Migas Gundih.

“Harusnya masyarakat Sumber lebih sejahtera karena di sini ada lapangan gas dan fasilitas pemrosesannya,” kata Bupati Djoko Nugroho kepada suarabanyuurip.com, Rabu (13/2/2019).

Hanya saja, Kokok, panggilan akrab Bupati Blora, tidak menyebutkan data pasti berapa jumlah warga miskin dan penyebab Sumber menjadi desa miskin. Namun dia menyampaikan ada12 desa termiskin di wilayahnya.

Ke dua belas desa itu adalah Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo; Desa Ketileng, Desa Ngumbul dan Desa Kedungwungu, Kecamatan Todanan; Desa Sumber, Desa Mendenrejo, dan Desa Getas Kecamatan Kradenan.

Kemudiab Desa Pilang Kecamatan, Randublatung; Desa Botoreco, Kecamatan Kunduran; Desa Gabusan dan Desa Bangkleyan, Kecamatan Jati; serta Desa Wado Kecamatan Kedungtuban.

Oleh karena itu penanggulangan kemiskinan di Blora akan difokuskan pada 12 desa tersebut. Strategi yang akan dilakukan diantaranya memberikan bantuan bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) hingga 800 unit dari Pemprov Jawa Tengah.

Baca Juga :   Terima Pengajuan IUP Untuk Proyek J-TB

“Harapannya ada perubahan yang bisa dilihat dari kedua belas desa tersebut,” ucapnya. 

Selain itu, pemberian program jaminan kesehatan nasional (JKN), Kartu Indonesia Pintar, pelatihan ternak ayam, pengobatan ternak sapi, program keluarga harapan, bantuan bibit pertanian, bantuan pangan non tunai, bansos lansia dan difabel, pelatihan ketrampilan, bantuan usaha produktif dari Baznas dan bankeu sarpras desa.

“Itu penanganan secara mikro,” tegas Kokok.

Sedangkan secara makronya Pemkab Blora mengusulkan pembangunan akses jalan kepada Pemprov Jateng guna memperlancar aktifitas ekonomi masyarakat.

“Karena anggaran kita terbatas, dan banyaknya desa hutan yang ada di Blora,” ujarnya. 

Perbaikan jalan yang diusulkan dibangun adalah Blora-Randublatung dan jalan Kunduran-Doplang. Juga jalan Randublatung-Getas hingga perbatasan Ngawi, lalu jalan Peting-Sumber-Menden-Medalem hingga perbatasan Bojonegoro dan jalan Jepon-Bogorejo hingga perbatasan Tuban diusulkan sebagai jalan provinsi.

Sementara jembatan di atas Sungai Bengawan Solo yang menghubungkan Kecamatan Ngraho Kabupaten  Bojonegoro dengan Medalem Kabupaten Blora, akan dibangun Pemkab Bojonegoro. Pembangunan jembatan itu akan membuka pertumbuhan ekonomi di Blora selatan.

Baca Juga :   Indonesia Surplus Gas 1715 MMSCFD Dalam Sepuluh Tahun Mendatang

“Kami berharap jalan menuju kesana nantinya dijadikan jalan provinsi karena menghubungkan dua kabupaten,” pungkas Kokok. (ams) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *