SKK Migas Dorong Daerah Optimalkan Pendapatan Migas

Dony Aryhanto

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jawa, Bali, Nusa Tenggara (Jabanusa), menekankan pentingnya Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, sebagai salah satu andalan produksi nasional. Termasuk pengembangan gas di Lapangan gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) yang dioperatori oleh Pertamina EP Cepu (PEPC). Lapangan Gas yang berpusat di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, merupakan salah satu target strategis pengembangan di tahun 2019 ini.

Public Relations Senior Manager SKK Migas Jabanusa, Dony Aryhanto, mendorong agar daerah mengoptimalkan pendapatan migas melalui Dana Bagi Hasil (DBH) yang ditransfer oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ke sektor-sektor yang produktif. Salah satunya adalah Kabupaten Bojonegoro.

“Pendapatan tersebut harus dikelola dengan baik, jangan membuat kita bermalas-malasan karena merasa punya kekayaan alam, dan jangan ada korupsi,” ujarnya saat diskusi publik pengelolaan pendapatan migas dalam arah dan pembangunan daerah di Aston beberapa waktu lalu.

Dony sapaan akrabnya menekankan, bahwa SKK Migas sangat menjaga integritas bisnis dengan ditegakkannya prinsip-prinsip anti korupsi. Bahkan telah memiliki akreditasi standar ISO’. Selain pendapatan langsung, fasilitas-fasilitas industri migas ini merupakan aset negara yang harus dijaga dan dikelola dengan baik. Di tekankan pula mengenai kewajiban perusahaan untuk mengalokasikan dana PPM (Program Pengembangan Masyarakat) yang itu berbeda dengan program CSR (corporate social responsibilty).

Baca Juga :   Perusahaan Migas Diminta Sinergi Entaskan Kemiskinan

“Jika CSR dialokasikan 2,5% dari profit, PPM anggarannya disetujui oleh SKK Migas yang menjadi bagian dari dana operasi,” tandasnya.

PPM dimulai sejak masa eksplorasi, tidak diberikan berupa uang tunai, tidak dapat dibagi-bagi melainkan dijalankan melalui program, serta hanya diperuntukan bagi daerah terdampak di sekitar wilayah industri migas.

Pria yang puluhan tahun bergelut di dunia migas ini menyatakan, agar semua pihak selalu bekerja keras dan bersyukur dan jangan melupakan slogan ‘Don’t ask what your country can do for you–but ask, what can you do for country yang artinya jangan tanyakan apa yang diberikan negeri kepadamu, tapi tanyakanlah apa yang dapat kamu perbuat untuk negeri ini.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *