SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Mojokerto – Menjelang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden serta Legislatif pada 17 April 2019 mendatang, Komando Resort Militer 082/Citra Panca Yudha Jaya (Korem 082/CPYJ) mengaku telah menjalankan perintah dari atasan untuk memback-up Polri dalam melaksanakan pengamanan di masing-masing wilayah Komando Distrik Militer (Kodim).Â
Korem Mojokerto membawahi enam Kodim, yakni Kodim 0815 Mojokerto, Kodim 0814 Jombang, Kodim 0813 Bojonegoro, Kodim 0811 Tuban, Kodim 0812 Lamongan dan Kodim 0809 Kediri.
“Jadi, kita membantu kepolisian apabila terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan melalui Kodim,” ujar
Komandan Korem 082/CPYJ, Kolonel Arm Ruly Chandrayadi, kepada awak media di Makorem setempat usai acara silaturahmi dan coffe morning, Rabu (20/2/2019).Â
Disinggung pengamanan di wilayah Objek Vital Nasional di Kabupaten Bojonegoro seperti Lapangan minyak dan gas (migas) Banyu Urip dan Lapangan Kedung Keris, Blok Cepu; Lapangan gas Jambaran-Tiung Biru; Lapangan Sukowati; serta sumur minyak tua, pihaknya terus mendalami perkembangan situasi yang ada.Â
“Apapun itu, keputusan dari pemerintah akan kita laksanakan,” tegas Perwira yang baru menjabat pada Januari 2019 lalu.Â
Sesuai arahan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, kata Dandrem, peta wilayah konflik di masing-masing daerah telah diserahkan kepada Kepolisian. Meski demikian, Korem 082/CPYJ memiliki pasukan intel yang juga berkoordinasi dengan pihak Kepolisian terkait hal ini.Â
“Jadi, meskipun diserahkan Kepolisian, Kodim memiliki Pasukan Intel terkait wilayah konflik dan berkoordinasi dengan Kepolisian,” pungkasnya.(rien)