Sampaikan Listrik Masuk Dusun Hingga Pemberdayaan Pokdarwis

Sampaikan Listrik Masuk Dusun Hingga Pemberdayaan Pokdarwis

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Anggota Komisi A DPRD Bojonegoro, Jawa Timur, mulai melaksanakan reses untuk masa sidang I tahun  2019, Jumat (22/1/2019). Diantaranya dari Fraksi PDI Perjuangan dari daerah pemilihan  (Dapil) IV, Donny Bayu Setiawan, dan Fraksi Gerindra dari Dapil I, Anam Warsito.

Reses dilakukan Donny Bayu Setiawan di Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo. Dihadapan masyarakat, Donni, sapaan akrabnya, menjelaskan fungsi DPRD pada prinsipnya ada tiga yakni budgeting (anggaran), legislasi (pembuatan perda) dan fungsi controlling (pengawasan).

“Khusus terkait fungsi anggaran, selama ini telah memperjuangkan aspirasi warga Desa Napis dan sekitarnya,” ujarnya. 

Yang paling update diperjuangkan adalah masuknya jaringan listrik di Dusun Tawaran dan Dusun Kalidandang desa setempat. Dalam waktu dekat, warga di dua dusun tersebut sudah bisa menikmati listrik.

Selain dua dusun tersebut, Donny menyampaikan tahun ini jaringan listrik juga sudah mulai masuk di dusun Bacem, Belah, Sukosewu dan Dusun Boti desa Turi. Serta dusun Banyuasin desa Malingmati, dan Dusun Ngengo Desa Ngrancang.

Baca Juga :   ADD Telat Cair, Hambat Pembangunan Desa

Jaringan listrik yg diperjuangkan tersebut adalah dari APBN yang disetujui oleh Presiden Joko Widodo. Selain terkait infrastruktur, Donny juga mendorong pemberdayaan untuk pemuda dan perempuan.

Diantaranya perempuan di dusun Daplangu yang menginginkan ada pelatihan kerajinan, dan pemuda di Dusun Kalidolog yg menginginkan adanya kegiatan wirausaha. 

Sementara Anam Warsito melakukan reses di Desa Wedi, Kecamatan Kapas. Di hadapan warga, Anam menyampaikan pentingnya data dan informasi kegitan pembangunan yang dilaksanakan Pemkab dan sudah masuk APBD Kabupaten yang diberikan kepada desa paling lambat akhir Desember. 

“Sehingga saat penyusunan APBDes, Desa sudah bisa di jadikan acuan agar tidak tumpang tindih dan kewajiban sharing terhadap BKD bisa segera dialokasikan,” lanjutnya.

Dia menegaskan, perlu adanya pemberdayaan dan perhatian terhadap kelompok Sadar Wisata (pokdawis) agar mampu mengangkat dan mengoptimalkan potensi wisata di pedesaan. Perlunya anggaran pembangunan untuk membuat sentra agrowisata di kecamatan dander dan kecamatan kapas yang sudah dicanangkan oleh pemkab, namun sampai saat ini baru sebatas perencanaan dan belum bisa terwujud.

Baca Juga :   Jelang Masa Tenang Media Disarankan Terapkan Jurnalisme Positif

“Juga list aset agar desa tidak salah dalam menyusun rencana pembangunan,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *