Pengambilan Air Bengawan Solo untuk Blok Cepu Tak Ada Masalah

BBWS Bengawan Solo

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, menyampaikan, pemanfaatan air Sungai Bengawan Solo selama ini, untuk kebutuhan minum masyarakat, industri minyak dan gas bumi (migas) dan pertanian.

“Kebutuhan paling banyak itu untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), kemudian untuk industri migas, lainnya untuk pertanian di sepanjang pinggir bengawan,” ujar petugas Operasi dan Pemeliharaan (OP) 4 BBWS Bengawan Solo, Hidayat, kepada Suarabanyuurip.com, Minggu (24/2/2019).

Disinggung jumlah atau besaran volume air yang diambil untuk tiga kegiatan tersebut, pria ramah ini mengaku, tidak hafal karena semua tekhnis pemanfaatan air sungai terpanjang di Pulau Jawa, di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ada dibawah pengendalian Jasa Tirta.

“Termasuk jumlah air yang digunakan untuk Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di Desa Sudu, Kecamatan Gayam,” tukasnya.

Dia menyebutkan, untuk pemanfaatan air di Blok Cepu, selama ini tidak ada masalah. Bahkan, tidak pernah mempengaruhi debit air karena pengambilan air yang ditampung di waduk buatan yang berada dilokasi proyek Banyuurip, sebagai salah satu proses produksi migas telah dilakukan sesuai aturan.

Baca Juga :   PEP Tak Liburkan Proyek TBR

“Selama ini, pengambilan air sungai bengawan solo untuk Blok Cepu tidak ada masalah apalagi mempengaruhi debit air,” tegasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *