SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Kabar baru diperoleh dari Serikat Pekerja Kontrak Stem Cepu (SPSC). Sebagian pekerja di bagian cuci setrika diduga mendapat ancaman dan intimidasi dari oknum pegawai PEM Akamigas.
“Pekerja diancam mau diberi Surat Peringatan (SP) 3 langsung. Karena kerjanya dianggap kurang bagus. Padahal sudah kerja maksimal. Kejam banget,” kata Sekretaris SPSC, Muhamad Abdul Khayi, Minggu (24/2/2019).
Sekarang pekerja memilih untuk mengundurkan diri dari pekerjaan. Karena sudah tidak tahan. Meski sudah mengabdi cukupa lama.
“Daripada di SP 3. Lebih baik mengundurkan diri saja,” jelasnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, bahwa pihaknya sudah bekerja lebih dari 10 tahun. Khayi, sapaan akrabnya, hanya menginginkan tenaga kerja penunjang juga diperhatikan kesejahteraannya. Lebih dari itu, hak-haknya juga dipenuhi.
“Tidak cuma kerjaan ditekan,” ujarnya.
Dia melanjutkan, pada Sabtu (23/2/2019) malam, mendapat kabar jika ada surat pemberitahuan perpanjangan kontrak.Â
Surat pemberitahuan itu bernomor 57 Pt/04/BPP/2019, berisi tentang perpanjangan jangka waktu pelaksanaan kontrak. Surat tersebut ditetapkan di Cepu tanggal 01 Pebruari 2019 dan ditandatangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen RM, Kurniawan Saputra.
Menurut dia, surat itu diterima 28 orang tenaga keamanan.
“Saya tanyakan cetring, satpam, cleaning juga sama, Mas,” ujarnya.
Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa perpanjangan jangka waktu pelaksanaan kontrak sampai ada pemberlakuan kontrak dengan penyedia barang/jasa.
Meskipun surat itu sudah keluar, namun menimbulkan pertanyaan, yaitu jika surat sudah ada sejak awal bulan, kenapa baru diberitahu sekarang.
“Pekerja yang sudah terlanjur keluar bagaimana. Bisa jadi mereka juga mendapatkan surat yang sama. Di khawatirkan surat tersebut dipergunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tuturnya.
Pelaksana Humas PEM Akamigas, Nina Gumantina mengaku, tidak terlibat langsung terkait pekerja penunjang tersebut.
“Saya tidak terlibat langsung Mas. Itu pak Anang (red,Kepala Bagian Umum dan Keuangan PEM Akamigas, Prasudjyana Gamarlap Seputra) yang lebih tahu,” kata Nina.
Terpisah Kepala Bagian Umum dan Keuangan PEM Akamigas, Prasudjyana Gamarlap Seputra, saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp maupun sambungan telephonnya tidak ada respon. Begitupun pesan WhatsApp juga tidak ada balasan hingga berita diturunkan.(ams)