SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Difabel Blora, Jawa Tengah, mendapat bantuan tangan mekanik untuk mendukung aktifitas mereka. Namun dari 600 orang lebih, Â tidak semua Difabel mendapat bantuan.Â
Ketua Difabel Blora Mustika (DBM), Ghoafur, menyampaikan pengukuran untuk pengadaan tangan palsu tersebut bekerja sama dengan Paguyuban Peduli Penyandang Disabilitas (P3D) Jawa Tengah. Bantuan nantinya dalam bentuk tangan mekanik yang bisa digerakkan untuk memegang suatu benda seperti gelas, botol dan sebagainya.
Dijelaskan, data sementara ada 635 difabel di Kabupaten Blora. Namun belum semua didata menurut kekurangannya, sehingga butuh pendataan agar lebih mudah untuk mengajukan bantuan kaki atau tangan palsu.
“Kami undang Mbak Vita dari P3D untuk datang ke Blora melakukan pengukuran tangan teman-teman difabel,” ujarnya di sela-sela pengukuran tangan kepada suarabanyuurip.com, Senin (25/2/2019).
Saat ini baru sembilan tangan, tiga pasang untuk tiga orang dan tiga tangan untuk tiga orang yang patah tangan sebelah.
“Harapannya nanti bisa lebih banyak lagi,†ucapnya.
Pengukuran dilakukan di sekretariat DBM Desa Kamolan, Kecamatan Blora Kota.
Melihat semangat Ghofur dan kawan-kawannya yang ingin mendapatkan bantuan tangan mekanik ini, Wakil Bupati Blora, Arief Rohman, ingin mengusahakan pelatihan pembuatan kaki dan tangan palsu di wilayahnya.
“Semangat teman-teman difabel Blora agar bisa hidup mandiri ini sangat luar biasa. Kita akan upayakan agar di Blora bisa dilaksanakan pelatihan pembuatan kaki dan tangan palsu, sekaligus bengkelnya agar teman-teman yang jumlahnya lebih dari 600 ini bisa mendapatkan alat bantu lebih mudah,†katanya saat berada di Sekretariat DBM.
Dirinya akan berupaya mencarikan bantuan corporate social responsibility (CSR) dari beberapa organisasi yang bergerak di bidang sosial dan perusahaan besar yang ada di Blora.
“Yang penting data difabelnya disiapkan dulu sebaik-baiknya, by name by addres, sekaligus disabilitas apa yang disandangnya. Agar dalam mengajukan bantuan CSR bisa lebih mudah. Tolong nanti Dinsos P3A Kabupaten Blora bisa mengawal proses ini,†lanjutnya.Â
Taufiq, salah satu difabel dari Desa Getas, Kecamatan Kradenan juga datang dalam kegiatan ini bersama istrinya. Ia juga ikut diukur tangannya untuk mendapatkan bantuan tangan mekanik.
“Alhamdulillah ini ada pengukuran tangan mekanik, semoga nanti dalam keseharian bisa lebih lancar ketika melakukan aktifitas,” sambungnya.
Taufiq sehari-hari berjualan. Beli dagangan dari Ngawi untuk dijual di desanya.
“Semoga kedepan bisa lebih banyak lagi difabel Blora yang mendapatkan bantuan seperti ini,†pungkas Taufiq.(ams)Â