SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Moving Rig di Lapangan Sukowati, Blok Tuban, oleh Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field, tengah dipermasalahkan warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (2/3/2019).
Menurut Ketua RW 1, Karyono, sejak tiga hari kegiatan moving rig dari Pad A di Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, ke Pad B di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro terhenti karena warga menuntut beberapa hal.
“Kami minta perekrutan sopir ambulance dan penerbitan Surat Izin Masuk Lokasi,” kata Karyono, kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (2/3/2019).
Hal itu telah disampaikan kepada pihak Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field dan langsung mendapatkan respon dengan melakukan komunikasi dan memberikan jalan keluar.
“Karena, hari ini sudah mendapatkan respon dan tuntutan diterima dengan baik ya kami pasrahkan ke Pemdes,” imbuhnya.
Kepala Desa Ngampel, Pujianto, menyayangkan, masih ada satu atau dua warga yang melakukan penghadangan moving rig di Lapangan Sukowati meskipun tuntutan telah dipenuhi operator migas.
“Seharusnya kalau memang sudah selesai, ya buat apa dipermasalahkan lagi,” tandasnya.
Terlebih, ada surat pemberitahuan dari Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field atas kegiatan moving rig tersebut. Pihaknya telah mengizinkan untuk melanjutkan moving rig dan menghimbau agar warga tidak menghalang-halangi.
“Jangan dihalangi lah, ini kan proyek negara,” himbaunya.
Legal and Relations Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field Angga Aria, mengakui, jika tuntutan yang disampaikan warga sebenarnya telah ada solusi dan tidak ada masalah apa-apa.
“Untuk sopir Ambulance sudah tidak masalah, karena tinggal melakukan Medical Ceck Up (MCU) saja, sedangkan Surat Izin Masuk Lokasi juga sudah diterbitkan,” imbuhnya.
Berdasarkan komunikasi dengan Pemdes Ngampel, pihaknya akan melangsungkan moving rig sesuai jadwal. Moving rig ini dilakukan untuk mengangkut alat-alat service sumur dari Pad A ke Pad B.
“Kita kan sudah memberitahukan Pemdes, dan Kadesnya pun telah mengizinkan moving rig berjalan. Jadi, ya tetap kita lakukan,” pungkas Angga.(rien)