Puluhan Hektar Sawah Sekitar Pad B Sukowati Terendam Banjir

sawah sekitar Pad B sukowati terendam banjir

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Petani di sekitar wilayah Pad B Lapangan Sukowati, Blok Tuban, tepatnya di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, diprediksi mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Karena areal sawah yang ada terendam banjir sejak Rabu (6/3/2019) malam.

Kasto (45), petani setempat mengatakan, bahwa padi di sawah miliknya seluas kurang lebih 1,2 hektar tidak dapat terselamatkan karena air menggenangi batang padi yang seharusnya memasuki masa panen.

“Sebenarnya kurang tiga minggu lagi bisa dipanen, tapi malah terendam air seperti ini,” ungkapnya, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (7/3/2019).

Dari total 1,2 hektar tersebut, total kerugian yang ditanggung diperkirakan mencapai Rp150 juta. Selain biaya tanam dan produksi yang tinggi, bapak tiga anak ini harus kehilangan kesempatan untuk mendapatkan uang dari hasil memanen padinya.

“Ini sudah proses tanamnya banyak keluar uang, malah kena banjir. Sudah tidak bisa dipanen sama sekali padinya,” tandasnya.

Sementara petani lainnya, Subakir (40), mengaku, tak hanya sawahnya yang tenggelam layaknya lautan, tambak yang terletak di belakang areal Lapangan Sukowati Pad B juga tidak tersisa sama sekali. Semua ikan yang ada didalam kolam hanyut terbawa derasnya arus air yang mengalir diseputaran sawah dan kali.

Baca Juga :   Tahun 2023, Bojonegoro Bangun 5 Embung Baru

“Habis ikan-ikan di tambak, hanyut terbawa air,” ucapnya.

Bahkan, sawah seluas 2.500 meter persegi yang baru ditanami padi sekitar dua bulan yang lalu juga tenggelam tanpa bekas. Kerugian yang dialami pun diperkiran mencapai Rp60 juta.

“Selama ini, kalau terjadi bencana belum ada bantuan sama sekali dari pemerintah,” ungkapnya.

Terpisah, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ngampel, Sudirman, mengatakan, total lahan pertanian di Desa Ngampel yang terendam air ada sekira lebih dari 70 hektar akibat banjir.

“Banjir kali ini lebih besar dari sebelumnya,” ungkap bapak satu anak ini.

Menurut Sudirman, banjir terjadi karena intensitas hujan yang tinggi dan luapan anak sungai yang ada di tengah-tengah desa. Selain serapan air mulai berkurang karena banyaknya bangunan baru di Jalan Veteran, banjir diduga karena aliran air dari got tidak berjalan lancar.

“Sepertinya banyak faktor adanya banjir kali ini,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *