SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro- Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Anna Muawanah kembali melakukan sambang desa untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat. Kali ini, kegiatan yang diinisiasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bojonegoro itu dilaksanakan di Balai Desa Jatiblimbing, Kecamatan Dander, Selasa (12/3/2019) malam.
Wakil Bupati Budi Irawanto, Asisten 1 Bidang Pemerintahan, Kepala OPD, Camat Dander beserta Forpimca, Kepala desa dan juga perangkat Desa Jati Blimbing serta masyarakat sekitar hadir dalam kegiatan tersebut.
Camat Dander Nanik menyampaikan, sambang desa ini merupakan kesempatan yang baik bagi masyarakat, karena bupati Bojonegoro turun langsung untuk mendengarkan aspirasi. Masyarakat bisa langsung menyampaikan aspirasi, kritik dan uneg-unegnya.Â
“Sehingga apa yang menjadi keluhan dari masyarakat bisa disampaikan langsung kepada Bupati Bojonegoro dan juga kepala OPD yang bersangkutan,” ujarnya.Â
Mastarakat yang hadir sebagian mempertanyakan pembangunan infrastruktur jalan. Hingga saat ini masih banyak kondisi jalan nasional, poros desa maupun kecamatan yang membutuhkan perbaikan.
Menanggapi hal itu, Bupati Bojoegoro Anna Muawanah menegaskan telah menargetkan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan tuntas pada 2021. Untuk mereasliasikan target itu, Pemkab Bojonegoro sudah bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan Nasional serta kabupaten tetangga (Tuban, Lamongan, Ngawi, dan Blora) untuk perbaikan jalan nasional penghubung kabupaten seperti jalur Bojonegoro – Babat. Jalan ini merupakan kewenangan pemerintah pusat jadi jika ingin diperbaiki harus memohon izin kepada Kementerian Pekerjaan Umum.Â
“Saya juga geram jalan nasional seperti Jalur Bojonegoro – Babat itu tidak segera ditangani pemerintah pusat. Jika boleh dan di izinkan untuk memperbaiki maka saya akan garap jalur itu menjadi lebih lebar dan aman menggunakan dana daerah,” tegas Bu Anna.
Setelah permasalahan infrastruktur rampung, lanjut Bu Anna, sapaan akrabnya, pemkab akan fokus pada pembangunan saluran air. Karena pada musim penghujan mengalami banjir, dan pada musim kemarau mengalami kekeringan. Â
“Ini juga perlu kerjasama dari masyarakat Bojonegoro agar tidak membuang sampah di sungai. Karena samapah disungai bisa menyumbat saluran air yang mengakibatkan banjir,” tuturnya.
Untuk lebih menghidupkan perekonomian masyarakat di wilayah selatan, Pemkab juga telah melakukan kerjasama dengan Pemkab Blora membangun jembatan di atas Sungai Bengawan Solo yang menghubungkan Desa Luwihhaji, Kecamatan Ngraho dengan Desa Medalem, Blora.Â
Selain itu Bu Anna, mengungkapkan jika dirinya juga mendapat usulan dari warga di Kecamatan Kanor yang ingin dibangunkan jembatan yang menghubungkan ke Rengel, Kabupaten Tuban. Namun untuk melakukan itu harus mendapat ijin dari Provinsi.Â
“Karena orientasi pembangunan kita adalah pembangunan kawasan secara bersama. Sehingga nanti semua daerah di Bojonegoro bisa maju secara bersama-sama,” tegasnya.Â
Oleh karena itu diharapkan masyarakat bersabar. Pemkab tetap berkomitmen mewujudkan setiap program karena semua permasalahan sudah masuk dalam data daerah dan akan di benahi secara bertahap.(rien)