Tiga Persen Pelajar di Jawa Tengah Berhubungan Seks

TP PKK Blora sosialisasi bahaya narkoba

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengaku, prihatin dengan kondisi pergaulan ramaja saat ini. Termasuk dikalangan pelajar. Pergaulan mereka sudah jauh dari batas kewajaran karena telah berani melakukan hubungan seks sebelum menikah.

Ketua Pokja IV TP PKK Kabupaten Blora, Tuti Sri Ely Riyanto, menyampaikan, kondisi pergaulan remaja saat ini sangat mengkhawatirkan. Sehingga merasa perlu untuk diberikan sosialisasi, dan penyuluhan sebagai langkah pencegahan.

“Agar kualitas generasi muda kita tidak rusak akibat pengaruh narkoba dan seks bebas,” ujar Tuti Sri Ely Riyanto, saat berada di Cepu,  pertengahan Bulan Maret 2019.

Menurut dia, berdasarkan data yang diperoleh dalam rapat koordinasi (Rakor) TP PKK di tingkat Jawa Tengah, diperoleh informasi yang cukup mengagetkan.

“Pergaulan pelajar di Jawa Tengah sudah masuk kategori memprihatinkan,” ungkapnya.

Tujuh puluh persen pelajar di Jawa Tengah, menurut dia, sudah berpacaran dan sebagian besar mereka berani berpegangan tangan hingga berciuman.

Baca Juga :   Offroader Wanita Asal Bojonegoro Raih Juara

“Parahnya, tiga persen melakukan hubungan seks sebelum menikah. Jangan sampai pelajar Kabupaten Blora seperti itu,” harapnya.

Kepada seluruh pelajar, dia berpesan supaya menghindari pergaulan seperti itu dengan cara mempertebal keimanan dan ketaqwaan sesuai ajaran agama masing-masing.

“Harus pintar memilih teman, selain itu rajinlah beribadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing agar tidak mudah digoda pergaulan yang negatif,” sarannya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk Kelurga Berencana (Dindalduk KB)  Kabupaten Blora, Heru Eko Wiyono, meminta, untuk menghindari hal semacam itu, pelajar harus ikut aktif dalam berorganisasi baik di sekolah maupun masyarakat.

“Anak yang terkena narkoba biasanya diawali dengan salah pergaulan, akibat kurangnya aktifitas yang positif,” tandasnya.

Tak kalah pentingnya orang tua harus ikut berperan aktif mengawasi serius pergaulan anak-anaknya.

“Jangan dibiarkan anak-anak kita merokok, karena rokok itu salah satu pintu gerbang menuju narkoba,” tegasnya.

Pelajar, kata dia, merupakan kalangan yang paling rentan terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu penyuluhan tentang bahaya narkoba paling tepat diberikan kepada kalangan pelajar.(ams)

Baca Juga :   Jokowi Resmikan Bendungan Tukul Pacitan

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *