Dirjen Migas Bahas Pemasangan Jargas di Bojonegoro

Kepala Bagian SDA Dharmawan

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan rapat koordinasi (Rakor) dengan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) di Jakarta, Rabu (13/3/2019). Rakor tersebut dilakukan guna membahas tindaklanjut penandatanganan nota kesepahaman Direktorat Jendral Migas Kementerian ESDM tentang penyediaan dan pendistribusian gas bumi melalui Jargas untuk rumah tangga.

“Kita kemarin rapat dengan Dirjen Migas untuk menindaklanjuti nota kesepahaman,” kata Kepala Bagian SDA, Dharmawan, kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (29/3/2019).

Melalui pihak ketiga yang ditunjuk Dirjen Migas, sebanyak 4000 saluran rumah tangga di wilayah Bojonegoro akan dipasang jaringan gas (Jargas) setelah menyelesaikan persyaratan dan perizinan yang berlaku.

“Warga yang akan mendapatkan Jargas nanti, merupakan hasil survei dari Dirjen Migas tahun 2014 lalu,” imbuhnya.

Apabila ada perubahan bagi warga penerima Jargas, maka Dirjen Migas melalui konsultannya akan melakukan verifikasi terlebih dahulu. Karena sesuai  arahan, penerima Jargas merupakan warga berpenghasilan rendah.

“Kalau ada perubahan data penerima pasti akan diverifikasi dulu, karena sasarannya warga kurang mampu,” tandas pria ramah.

Baca Juga :   PPSDM Migas dan ConocoPhillips Latih Pengawas Scaffolding

Di singgung tambahan kuota penerima Jargas, Dharmawan mengaku, belum ada jawaban dari Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM). Namun, dari informasi yang diterima kemarin, jika 4000 saluran rumah tangga tahun ini direalisasikan maka pemerintah akan menambah kuota bahkan lebih banyak lagi dari pengajuan Pemkab.

“Hal itu mengingat, Bojonegoro merupakan daerah penghasil gas bumi dari Jambaran-Tiung Biru,” tukasnya.

Mantan Kepala Bagian Pemerintahan ini mengaku, belum mengetahui secara pasti, kapan pasangan Jargas ini. Hanya saja, target dari Dirjen Migas dua atau tiga bulan setelah perizinan diselesaiikan.

Dari hasil survei konsultan yang ditunjuk Dirjen Migas tahun 2014 silam menunjukkan, ada enam titik di Kecamatan Kota yang akan dipasang Jargas. Enam titik itu adalah, Desa Sukorejo, Kelurahan Mojokampung, Kepatihan, Sumbang, Klangon, dan Kelurahan Kadipaten.

Pengembangan gas alam itu diambil dari jalur pipa gas Gresik-Semarang (Gresem) sepanjang 271 Kilometer (Km). Proyek pipanisasi ini untuk menjamin pasokan gas di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Untuk diketahui, kepastian Bojonegoro memperoleh program jargas dari pemerintah pusat sebanyak 4.000 sambungan rumah (SR), itu setelah ditandatanganinya nota kesepahaman Direktorat Jendral Migas Kementerian ESDM dengan 18 kota/kabupaten tentang penyediaan dan pendistribusian gas bumi melalui jargas untuk rumah tangga di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Baca Juga :   Masyarakat Sipil Sampaikan Revisi UU Migas ke Menteri ESDM

Dari 18 kota/kabupaten itu salah satunya adalah Bojonegoro, Jawa Timur. Bupati Anna Mu’awannah hadir dalam penandatanganan nota kesepahaman tersebut.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *