Cadangan Minyak Blok Cepu Diperkirakan Habis 15 Tahun

lapangan banyuurip

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

 Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM Ignasius Jonan memperkirakan cadangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu, akan habis dalam waktu 15 tahun.

“Itu sih nggak akan lama tapi saya pikir 15 tahun paling,” kata Jonan di Energy Building, Jakarta, Selasa (2/4/2019), dilansir dari laman detik.com.

Menurut Jonan, Blok Cepu merupakan lapangan migas terakhir yang ditemukan dengan cadangan minyak besar. Setelah itu belum ada lagi penemuan baru yang menandingi cadangan Blok Cepu.

“Ketahanan energi kita lemah. Produksi migas terbatas. Belum ada penemuan lapangan migas besar lagi yang bisa dilakukan oleh perusahaan nasional,” ujarnya.

Lapangan minyak Banyu Urip berada di Wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Lapangan ini dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), anak perusahaan raksasa migas Amerika Serikat.  

Juru Bicara dan Humas EMCL, Rexy Mawardijaya menayampaikan cadangan minyak Banyu Urip sebesar 729 juta barrel. Cadangan tersebut meningkat hampir dua kali lipat dari sebelumnya sebanyak 450 juta barel yang diumumkan pada April 2001. 

Baca Juga :   Pemdes Sabar Tunggu Proyek Cendana

“Saat ini produksi minyak Lapangan Banyu Urip mencapai lebih dari 210 ribu barel per hari,” kata Rexy, panggilan akrabnya, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (3/4/2019).

Ditanya berapa jumlah minyak Banyu Urip yang sudah diproduksi hingga sekarang ini, Rexy mengaku belum tahu pasti. Karena perlu mengecek update data perhitungannya.

“Beso saya kabri ya,” ucapnya. 

Sebelumnya, Field External Affairs Manager EMCL, Dave A. Seta disela-sela pelatihan menulis feature/story telling & digital marketing, di Disanter Oasis Center Yogyakarta, Senin (12/11/2018) lalu, menyampaikan dari cadangan tersebut jumlah minyak yang sudah diproduksi hingga per Agustus 2018 lalu sebanyak 263 juta barel. 

Minyak Lapangan Banyu Urip diproduksi dari 45 sumur. Rinciannya 30 sumur produksi dan sisanya injeksi. Saat ini EMCL sedang mengembangkan Lapangan Kedung Keris (KDK) di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu.   

Lapangan Kedung Keris miliki cadangan minyak 20 juta barel, dengan target produksi 10 ribu bph pada akhir 2019.

Dilansir dari laman resmi exxonmobil, produksi awal lapangan Banyu Urip dimulai pada Desember 2008 melalui Fasilitas Produksi Awal yang mulai berproduksi dengan kapasitas 20.000 barel minyak per hari pada Agustus 2009. Kemudian produksi meningkat menjadi lebih dari 80.000 barel per hari pada saat dimulainya start-up di tahun 2015.(suko)


Baca Juga :   Sosialisasi Perda Konten Lokal Setengah Hati

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *