Bangun Jembatan Semanggi, Pertamina Harapkan Perlancar Ekonomi

Bangun Jembatan Semanggi

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora – Warga di Desa Semanggi, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa tengah, bisa bernapas lega. Pertamina EP Asset 4 mulai melakukan perbaikan jembatan di desa setempat.

Sepanjang tahun 2018, warga harus was-was ketika melewati jembatan darurat karena jembatan utama rusak. Kondisi tersebut mengakibatkan aktifitas perekonomian dan sekolah terganggu.

“Alhamdulillah, setelah lama menanti akhirnya di bangun juga,” kata Jimin Perangkat Desa Semanggi kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (6/4/2019)

Menurutnya, jembatan mulai dibangun bulan April ini.  Pembersihan lokasi jembatan oleh kontraktor pelaksana sudah dilakukan, Kamis (4/4/2019) kemarin.

“Kemarin juga dilaksanakan selamatan di lokasi jembatan,” ucapnya.

Pembangunan jembatan ini diyakini akan memberikan dampak baik pada kehidupan warga Semanggi.

“Perekonomian berjalan lancar khususnya di bidang trasportasi hasil pertanian,” tegasnya.

Selain itu warga tidak perlu lagi memutar arah sejauh tujuh kilo meter untuk mencapati tempat tujuan. Kendaraan roda empat bakal bisa melewati jembatan tersebut.

Dia berharap pelaksanaan pekerjaan Jembatan Semanggi nantinya bisa melibatkan warga setempat.

Baca Juga :   Usulkan TNI Aktif Calon Pj Bupati, Akademisi : DPRD Bojonegoro Tabrak Aturan

“Barang kali butuh tenaga kasar mungkin warga bisa ikut kerja,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Jembatan Semanggi memiliki panjang 15 meter dan lebar 4 meter. Jembatan tersebut dibangun sejak tahun 1980 oleh Perhutani. Pascajembatan terputus masyararakat membuat jembatan darurat dari bambu agar tetap bisa beraktivitas.

Pemerintah Desa mengaku sudah sering mengajukan kepada pemerintah supaya ada perbaikan Jembatan Semanggi. Namun ditolak lantaran terbentur persoalan lahan yang berada di kawasan Perhutani.

Government & Public Relations Staff Pertamina EP Asset 4 Cepu Field, Intan Anindita Putri, membernarkan  segera dimulainya perbaikan Jembatan Semanggi.

“Estimasi pekerjaan dilakukan bulan ini,” ujarnya dikonfirmasi terpisah. 

Di Desa Semangi terdapat puluhan titik sumur minyak tua. Sumur peninggalan kolonial Belanda itu diusahakan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Blora, PT Blora Patra Energi (BPE). Sekarang ini juga telah dilakukan operasi sumur BNA-P3 oleh Pertamina EP Asset 4 Cepu Field, di lapangan Banyuasin Desa Semanggi.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *