SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Sebanyak 39 buku karya guru-guru di Pusat Belajar Guru atau PBG Bojonegoro, Jawa Timur, dilaunching, Sabtu (6/4/2019). Launching ini merupakan rangkaian puncak kegiatan PGB.
Keberadaan PBG Bojonegoro didukung oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Berbagai kegiatan peningkatan kompetensi guru di Bojonegoro telah dilaksanakan mulai Agustus 2018 sampai Februari 2019. Dengan tema “Character Buildingâ€.
Sebanyak 425 guru mengikuti kegiatan di PBG. Baik di lingkungan Dinas Pendidikan, Kementerian Agama maupun Cabang Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro.
Adapun kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan adalah diantaranya Pelatihan Best Practice, Lomba Best Practice, Pelatihan Menulis Buku, Penerbitan Buku Karya Guru Peserta Pelatihan Menulis Buku, Penerbitan Jurnal PBG, Lokakarya Penguatan Pendidikan Karakter, Competency Building ke sekolah Madania Bogor, dan Workshop Montessory Malang.Â
“Hari ini merupakan puncak acara PBG sekaligus launching 39 buku karya guru-guru PBG,” kata Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro, Hanafi, di sela-sela acara kepada suarabanyuurip.com.Â
Selain pameran buku, acara yang digelar di aula Dinas Pendidikan Bojonegoro ini, juga dilakukan bedah buku sebagai upaya peningkatan kemampuan literasi guru dan pemberian penghargaan kepada para pemenang lomba Best Practice sebagai apresiasi.Â
Tema Gelar Puncak Karya PBG tahun 2018-2019 adalah “Peningkatan Kompetensi Guru dalam Penerapan Pendidikan Karakter di Sekolahâ€. Melalui kegiatan ini diharapkan bisa memperluas wawasan para guru dengan semakin banyak buku yang dibaca.Â
“Kami mengapresiasi EMCL yang telah mensupport guru di Bojonegoro lebih berkualitas lagi,” imbuhnya.Â
Sementraa itu, juru bicara dan humas ExxonMobil Cepu Ltd, Rexy Mawardijaya, mengungkapkan, pihaknya mendukung pengembangan pendidikan ini, khususnya pengembangan kapasitas guru.
“Bagi kami, guru merupakan kunci dalam peningkatan kualitas pendidikan,” ujarnya.Â
Karya-karya para guru ini patut diapresiasi dan peningkatan kualitas literasi di kalangan guru akan mendorong pengayaan khasanah referensi dunia pendidikan.
“Buku adalah jendela dunia. Dengan adanya peluncuran buku-buku ini kita semua berharap akan mendorong karya-karya berikutnya,” tegas Rexy.Â
Diharapkan pengalaman-pengalaman terbaik para guru akan memunculkan inovasi-inovasi di dunia pendidikan guna mewujudkan pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan para siswa.(rien)