Hotel GDK Bojonegoro Sanggup Penuhi Standar Perusahaan Migas

Hotel GDK Bojonegoro Sanggup Penuhi Standar Perusahaan Migas

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro -  Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, Jawa Timur, PT Griya Dharma Kusuma (GDK), pengelola Hotel GDK, mengaku sanggup memenuhi standarisasi perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asalkan ada komitmen untuk pemanfaatan jasa penginapan.

“Insya Allah kita sanggup memenuhi standarisasi perusahaan migas, asalkan ada komitmen dari mereka,” kata Direktur Utama GDK, Puri Wijaya saat dikonfirmasi Suarabanyuurip.com, Senin (8/4/2019) kemarin, usai rapat koordinasi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) bersama SKK Migas dan K3S di Hotel Aston. 

Kesanggupan GDK ini menyusul rencana Pemkab Bojonegoro menertibkan kegiatan industri migas di wilayahnya. Semua perusahaan migas diwajibkan memanfaatkan aset milik pemkab untuk mengatrol PAD.

Menurut Puri, GDK tidak membutuhkan tambahan modal untuk menambah item yang dibutuhkan karena mampu mengelola adminsitrasi dengan baik. Sekalipun sedang berupaya mendapatkan laba lebih.

“Semoga dari rapat ini ada pekerja migas yang mau menggunkaan fasilitas penginapan di GDK,” tegasnya.

Sejak ditinggal pekerja Enginering, Procurement, and Construction (EPC) 1 Banyu Urip, Blok Cepu, tingkat okupansi hotel terus menurun dan berdampak pada PAD.

Baca Juga :   Usulkan Naker Blok Cepu Diberi Sertifikat

Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan inovasi agar Hotel GDK menjadi pilihan utama penginapan di Bojonegoro. Baik masyarakat umum, pegawai pemerintah daerah, maupun dari perusahaan migas dan non migas.

“Termasuk bekerjasama dengan BUMD lainnya untuk mendapatkan tamu hotel dan memberikan jasa catering,” pungkasnya.

Dalam rapat koordinasi kemarin, Kepala Badan Pendapatan (Bapenda) Bojonegoro, Herry Sudjarwo akan melakukan penertiban terhadap semua kegiatan industri migas. Mulai dari meminta data jumlah tenaga kerja dan kontraktor lokal, mewajibkan semua pekerja menginap di hotel milik Pemkab Bojonegoro termasuk jasa catering, hingga pemanfaatan lahan di Jalan Veteran dan lain sebagainya yang berpotensi memberikan pendapatan daerah.

“Ini yang akan kita maksimalkan agar bisa menambah PAD,” tegasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *