Tuban Krisis Naker Ahli Migas

Tuban Krisis Naker Ahli Migas

SuaraBanyuurip.com – Teguh Budi Utomo

Tuban – Pemkab Tuban, Jawa Timur, saat ini kesulitan mencari tenaga kerja (Naker) skill (ahli)  berlatarbelakang minyak dan gas bumi (Migas). Tahun ini proyek pembangunan Kilang New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban  bakal segera dimulai di wilayah  Jenu, Tuban. 

Kilang berkapasitas 300 ribu barel per hari tersebut akan menempati wilayah Desa Merawang, Kaliuntu, Wadung, Mentoso, Sumurgeneng, dan Desa Rawasan. Proyek kilang termodern di jagad itu bakal menempati lahan dekat pantai dengan luas sekitar 800 hektar. 

Sementara itu, Bupati Tuban H Fathul Huda kekeh meminta seluruh kebutuhan Naker harus memprioritaskan warga Bumi Wali. Terkait itu telah ada Perda 19 tahun 2016, dan Perbup 69 tahun 2017 yang mengatur tentang prioritas warga lokal sebagai Naker yang memenuhi persyaratan administratif.  

Kepala Dinas Penanaman Modal, Perijinan Terpadu Satu Pintu, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (PM PTSP Nakertrans) Tuban, Tajudin Tebyo, menyatakan,  pihaknya bersama pemerintah Kecamatan Jenu, dan perangkat desa setempat untuk mencari warga usia kerja berbasis pendidikan Migas. Hasilnya tak satupun dari warga desa terdekat memiliki latar belakang itu. 

Baca Juga :   KrisEnergy dan TLI Ditolak Warga

“Kami sudah menyaring dari sejumlah desa sekitar, hasilnya tak satupun warga yang memenuhi syarat pendidikan Migas,” kata Tajudin Tebyo dalam jumpa pers di Media Centre Pemkab Tuban, Rabu (10/4/2019). 

Melihat fenomena tersebut, tambah mantan Camat Rengel,  Bupati Fathul Huda telah meminta agar perusahaa  patungan PT Pertamina dan Rosneft Oil Company (Rusia) yang membangun Kilang NGGR  Tuban, untuk mendidik lulusan SMA dan SMK untuk menjadi tenaga skill. Mereka yang bakal disiapkan ketika Kilang NGGR Tuban beroperasi pada tahun 2023 mendatang. 

“Saat ini telah dibicarakan dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, karena jenjang SMA dan SMK menjadi kewenangan provinsi. Programnya mereka memberi beasiswa anak lulusan SMA dan SMK dari  warga Tuban,” kata Tajudin Tebyo.  

Pada bagian lain, Tajudin Tebyo menyatakan, kebutuhan Naker untuk proyek Kilang Tuban sekitar 40.000 orang. Sedangkan jumlah pencari kerja yang terdata di dinasnya sebanyak 1.927 orang. Mereka tak berlatar belakang teknis Migas. 

Dia tambahkan, pihaknya telah kerja sama dengan PT Pertamina (Persero) melatih 111 warga dari desa terdampak untuk dipersiapkan dalam proyek kilang. Mereka mendapat pendidikan bidang K3 dasar (70 orang), Security (31 orang), dan Healt Safety and Environment (HSE) sebanyak 10 orang. 

Baca Juga :   TKD Pelem Belum Ada Kejelasan

Termasuk juga dinasnya memberi pelatihan kepada 33 warga usia kerja di PSDM (Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia) Migas Cepu. Program ini dibiayai APBN tahun 2019. 

“Rangkaian program tersebut sebagai bentuk kepedulian  terhadap warga sekitar,” tandas Tajudin Tebyo. (tbu)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *