SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jawa, Bali, Nusa Tenggara (Jabanusa) Nur Wahidi, menyampaikan, dalam pelaksanaan kegiatan hulu migas menggandeng investor untuk bermitra yang tertuang di dalam kontrak kerjasama eksploitasi kegiatan usaha hulu Migas. Kegiatan ini sangat padat modal dan mengandung resiko yang sangat tinggi.
“Saat ini, kegiatan hulu migas masih terdapat kendala faktor-faktor eksternal. Seperti perizinan tumpang tindih, lahan, isu sosial masyarakat dan lainnya masih menjadi kendala paling dominan dalam pelaksanaan kegiatan eksplorasi di Indonesia.l,” ujarnya saat memberi sambutan pada acara lokakarya media di kantor SKK Migas, Surabaya, Senin (22/4/2019).
Hal ini terlihat dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh SKK Migas terhadap K3S saat eksplorasi yang belum memenuhi komitmen. Sehingga, diharapkan dengan terjadinya silaturahim yang sudah berjalan sekarang ini, bisa terjalin baik antara SKK Migas dan pers.
“Kami mengharapkan media dapat menjadi penyedia informasi khususnya pemberitaan mengenai distribusi migas,” lanjutnya.
Pihaknya membuka ruang kepada seluruh media untuk berkoordinasi apabila terdapat isu-isu negatif yang muncul di permukaan sehingga perbedaan yang muncul dapat berdampak positif terhadap kemajuan industri Migas.
“Kami apresiasi atas semangat yang ditunjukkan para awak media yang tak kenal waktu mengikuti perkembangan industri migas,” tegasnya.
Kedepannya, kegiatan industri hulu Migas dapat berjalan lancar dan bisa memenuhi target yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Tentu saja hal ini sangat tidak mudah bagi SKK Migas, karena banyak kendala baik teknis maupun non teknis yang dihadapi oleh para kontraktor.
“Namun hal ini tidak menyurutkan langkah kami untuk terus bersama-sama maju mewujudkan target tersebut akan terus mendorong K3S untuk lebih giat melakukan eksplorasi,” pungkasnya.(rien)