SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Hari Kartini 21 April 2019 menjadi moment spesial bagi Tirta Ayu Spa. Belasan karyawan perawatan tubuh di Jalan Veteran itu memberikan “Massage” atau pijatan gratis bagi masyarakat yang sedang berolahraga di Car Free Day atau CFD di alun-alun, Jalan Pahlawan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (21/4/2019). Â
Para karyawan berpakaian khas Jawa, Kebaya berwarna putih, dipadu dengan jarit.Â
Pijat gratis ini untuk mengenalkan keberadaan Tirta Ayu Spa kepada khalayak. Sekaligus mengubah stigma negatif terhadap pekerjaan yang dilakoni para teraphys di “Home Spa”.
Owner Tirta Ayu Spa, Lenywati, mengatakan Bojonegoro sekarang ini mulai merangkak menuju modernisasi seiring berkembangnya industrialisasi migas. Kondisi ini memberikan dampak positif dan negatif.
Dampak baiknya, lanjut dia, masyarakat mulai mengikuti gaya hidup sehat berupa perawatan tubuh seperti Body Spa. Sementara dampak buruknya, terbawa pergaulan bebas. Â
“Oleh sebab itu, sebelum mengedukasi masyarakat, kami berikan stigma terlebih dahulu semua karyawan di sini. Bahwa, Tirta Ayu Spa bukanlah panti pijat,” kata Leny, sapaan akrabnya.Â
Body Spa merupakan perawatan tubuh berupa pemberian ramuan tradisional seperti lulur disertai pijatan halus atau biasa disebut “Massage” menjadi menu favorit customer baik laki-laki maupun perempuan.Â
“Jadi, kami tekankan jika body spa di sini adalah memberikan layanan kesehatan. Bukan lainnya,” tegas wanita cantik lulusan Institut Tenkhnologi Nasional Malang jurusan Arsitek.Â
Untuk merubah stigma buruk, semua karyawan termasuk para therapys diwajibkan menggunakan pakaian yang sopan dan tertutup. Lalu, diajari attitude dan budaya Indonesia, bahkan wajib menguasai tarian tradisional.Â
Di Bojonegoro sendiri, ada 27 karyawan perempuan yang diberdayakan dan dijamin kesejahteraannya. Mulai gaji yang sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK), pelatihan dan sertifikasi, jenjang karir, sampai jaminan kesehatan. Â
“Kami menerima karyawan disini, mulai lulusan SMP, SMA, sampai sarjana,” tegas Lulusan International Beauty School di Jakarta ini.
Salah satu therapys, Wiwikdayati (26), mengaku, sudah satu tahun bekerja di Tirta Ayu Spa. Pekerjaannya setiap hari memberikan perawatan seluruh tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki.Â
“Kalau ada yang punya pikiran buruk, itu yang salah mereka. Kami ini therapys, memberi pijatan untuk kesehatan,” sambungnya.Â
Wanita asal Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Ring 1 Lapangan Migas, Sukowati, Blok Tuban, itu mengaku, jika pekerjaannya ini lebih nyaman dibanding menjadi buruh pabrik. Selain mendapatkan fasilitas dari perusahaan dan gaji layak, juga ada jenjang karir yang menjanjikan.Â
“Saya akan terus berupaya dengan bekerja sebaik mungkin, sampai menjadi manager,” pungkasnya.(rien)