SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 4 Desa Sumberejo, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengalami pendaharan hingga akhirnya keguguran.Â
Perempuan tersebut bernama Novi Nur Cahyani. Ia keguguran diduga karena kelelahan usai menyelesaikan penghitungan suara hingga mendekati pagi.Â
Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Blora, M. Hamdun membenarkan kejadian tersebut. Selain Novi Nur Cahyani, ada beberapa petugas penyelengara pemilu yang jatuh sakit dan harus dirujuk ke rumah sakit.
Mereka adalah Alfiaturrohmaniah dan Supriyono. Keduanya panitia pemilihan kecamatan (PPK) Jiken. Mereka sakit sejak 19 April 2019 lalu, dan dirawat inap di Puskesmas setempat.
Kemudian Ita Solikah KPPS 3 Kedungwaru, Kecamatan Kunduran; Sugiarto KPPS Kecamatan Kradenan; Siska Suci A KPPS 6 Jurangjero, Kecamatan Bogorejo; dan Marsono KPPS 5 Karangjati, Kecamatan Blora. Marsono saat ini harus opname ke RS Moewardi Solo.
”Ini ada masuk satu lagi tapi belum sempat mencatatnya,” ujar Hamdun kepada suarabanyuurip.com, Selasa (24/4/2019).
Menurutnya, pelaksanaan pemilu tahun ini sangat berat. Panitia pemilu harus bekerja 24 jam. Mereka tidak sempat istirahat sehingga kelelahan dan kesehatannya drop.
“Panitia ini pekerjaannya lebih berat dari pada pengawas. Mereka harus begadang melakukan hitung surat suara,” tutur Hamdun.
Tidak ada asuransi bagi petugas penyelenggara pemilu. Baik jaminan kecelakaan maupun kesehatan. Namun, KPU berjanji tetap akan memberi bantuan yang dikoordinir oleh KPU Provinsi dan RI. Bantuan akan diberikan setelah proses pelaksanaan pemilu ini selesai.Â
”Nanti KPU akan iuran untuk bantuan,” imbuhnya.
Disamping petugas penyelenggara pemilu, ada beberapa petugas pengawas pemilu yang juga jatuh sakit akibat kelelahan. Komisioner Bawaslu Kabupaten Blora, Sugi Rusyono menyampaikan, di Kecamatan Todanan, terdapat 1 Panitia Pengawas Desa (PPD) yang terpaksa dirawat di Puskesmas. Kemudian staf di Kecamatan Japah juga dirawat di Puskesmas.
“Kemarin juga ada pengawas yang sakit di Kecamatan Kedungruban. Tapi sekarang sudah agak sehat,” sambungnya kepada suarabanyuurip.com saat berada di Cepu, Rabu (24/4/2019).
Kejadian tersebut akan dilaporkan ke Bawaslu Provinsi. “Sementara kita data dulu untuk dilaporkan. Menunggu dari Provinsi,” ujarnya.Â
Dia mengimbau bagi kecamatan yang masih melakukan rekepitulasi supaya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan agar disiapkan tenaga medis dan mobil ambulan.
“Sehingga jika terjadi sesuatu bisa ditangani lebih cepat,” pesannya. (ams)Â